Lompat ke isi

Anaerob aerotoleran

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 5 September 2026 13.49 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29704301; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Anaerob aerotoleran menggunakan fermentasi untuk menghasilkan ATP. Mereka tidak menggunakan oksigen, tetapi dapat melindungi diri mereka dari molekul oksigen reaktif. Kebalikannya, anaerob obligat dapat terganggu oleh molekul oksigen reaktif.

Terdapat tiga kategori anaerob. Aerob obligat membutuhkan oksigen untuk tubuh, anaerob obligat mati bila oksigen hadir, organisme aerotoleran tidak dapat menggunakan oksigen namun mentolerir keberadaannya, dan anaerob fakultatif menggunakan oksigen bila tersedia, tetapi dapat tumbuh tanpanya.

Kebanyakan anaerob aerotoleran memiliki dismutase superoksida dan peroksidase (non-katalase) namun tidak memiliki katalase. Secara lebih spesifik, mereka dapat menggunakan sistem oksidase NADH/peroksidase NADH (NOX/NPR) atau sistem peroksidase glutation. Contoh anaerob aerotoleran adalah Cutibacterium acnes.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29704301 (2026-09-04T16:34:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.