Lompat ke isi

Kompleks imun

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 5 September 2026 13.50 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28033544; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Kompleks imun atau disebut juga kompleks antigen-antibodi merupakan molekul yang dibentuk oleh pengikatan antibodi dan antigen terlarut. Ikatan antigen-antibodi sekarang bersifat satu kesatuan dan secara efektif bertindak sebagai antigen yang memiliki epitop sendiri. Setelah reaksi antigen-antibodi, kompleks imun dapat direspon oleh berbagai proses, seperti deposisi sistem komplemen, opsonisasi, fagositosis, atau diolah oleh protease. Sel darah merah yang memiliki reseptor CR1 dapat mengikat protein komplemen C3b pada permukaan kompleks imun dan membawanya ke fagosit utamanya di dalam hati dan limpa, dan kembali ke sirkulasi umum.

Pada beberapa kondisi, kompleks imun dapat terus terbawa di dalam sirkulasi darah dan mengendap pada jaringan seperti ginjal, paru, kulit, sendi dan pembuluh darah, dan menyebabkan peradangan, seperti vaskulitis. Tempat terjadinya pengendapan sepertinya tergantung dari jenis antigen dan antibodi yang mengikatnya.

Pada klasifikasi Gell-Coombs, kompleks imun adalah aktivator hipersensitivitas tipe III. Hipersensitivitas berkembang menjadi tingkat penyakit menghasilkan apa yang disebut penyakit kompleks imun.

Deposisi kompleks imun adalah fitur yang menonjol dari beberapa penyakit autoimun termasuk Lupus eritematosus sistemik, siroglobulinemia, artritis reumatoid, skleroderma, dan Sindrom Sjögren.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28033544 (2025-10-16T20:28:33Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.