Lompat ke isi

Apomorfi dan sinapomorfi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 5 September 2026 17.29 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29475989; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Pada filogenetika, apomorfi atau sifat turunan adalah sebuah karakter baru atau sebuah keadaan karakter yang sudah berevolusi dari wujud leluhurnya (atau plesiomorfi). Sementara itu, sinapomorfi adalah apomorfi yang dimiliki oleh dua atau lebih takson, dan oleh karena itu, dihipotesiskan bahwa ciri tersebut berevolusi pada nenek moyang bersama paling terkini. Pada kladistika, sinapomorfi menyiratkan homologi.

Contoh dari apomorfi adalah gaya jalan tegak, bulu, evolusi tulang pendengaran mamalia dan kelenjar susu di mamalia, namun tidak pada hewan vertebrata lainnya seperti amfibi atau reptil, yang masih memiliki ciri leluhur yaitu cara berjalan merangkak dan tidak memiliki bulu. Oleh karena itu, ciri turunan tersebut adalah sinapomorfi mamalia secara umum karena tidak dimiliki (dibagi) oleh hewan vertebrata lainnya.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29475989 (2026-07-19T14:11:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.