Lompat ke isi

Spermisida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 5 September 2026 17.29 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28080109; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Spermisida adalah zat kontrasepsi yang menghancurkan sperma, dimasukkan melalui vagina sebelum hubungan seksual untuk mencegah kehamilan. Sebagai alat kontrasepsi, spermisida dapat digunakan sendiri. Namun, tingkat kehamilan yang dialami oleh pasangan yang hanya menggunakan spermisida lebih tinggi daripada pasangan yang menggunakan metode lain. Biasanya, spermisida dikombinasikan dengan metode penghalang kontrasepsi seperti diafragma, kondom, tutup serviks, dan spons. Metode kombinasi diyakini menghasilkan tingkat kehamilan yang lebih rendah daripada salah satu metode saja.

Spermisida biasanya tidak beraroma, jernih, tidak berasa, tidak menodai, dan bersifat pelumas.

Jenis dan efektivitas

Bahan aktif spermisida yang paling umum adalah nonoxynol-9. Spermisida yang mengandung nonoxynol-9 tersedia dalam berbagai bentuk, seperti jeli (gel), film, dan busa. Jika digunakan sendiri, spermisida memiliki tingkat kegagalan penggunaan yang sempurna sebesar 6% per tahun jika digunakan dengan benar dan konsisten, dan 16% tingkat kegagalan per tahun pada penggunaan yang umum.

Merek-merek spermisida

Daftar contoh ini disediakan oleh Mayo Clinic:

  1. VCF Vaginal Contraceptive Film
  2. VCF Vaginal Contraceptive Gel
  3. VCF Contraceptive Foam
  4. Conceptrol
  5. Crinone
  6. Encare
  7. Endometrin
  8. First-Progesterone VGS
  9. Gynol II
  10. Prochieve
  11. Today Sponge
  12. Vagi-Gard Douche Non-Staining

Nonoxynol-9 adalah bahan kimia utama dalam spermisida untuk menghambat motilitas sperma. Bahan spermisida sekunder yang aktif dapat mencakup octoxynol-9, benzalkonium klorida, dan menfegol. Bahan-bahan sekunder ini tidak lazim digunakan di Amerika Serikat, di mana hanya nonoxynol-9 yang umum digunakan. Mencegah motilitas sperma akan menghambat sperma bergerak menuju sel telur yang bergerak melalui tuba falopi menuju rahim. Penyisipan spermisida yang tepat dan dalam akan secara efektif memblokir serviks sehingga sperma tidak dapat melewati serviks menuju rahim atau tuba falopi. Sebuah penelitian yang mengamati distribusi spermisida yang mengandung nonoxynol-9 di dalam saluran vagina menunjukkan "Setelah 10 menit, gel tersebut menyebar di dalam saluran vagina yang memberikan lapisan yang secara utuh menutupi epitel dengan ketebalan yang bervariasi." Satu-satunya tujuan dari spermisida adalah untuk mencegah terjadinya pembuahan.

Lihat pula

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28080109 (2025-10-17T19:14:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.