Lompat ke isi

Bubut teragop

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 5 September 2026 17.30 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28999681; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Bubut teragop (Centropus rectunguis); dalam bahasa inggris adalah Short-toed Coucal. Salah satu jenis burung hutan yang termasuk ke dalam famili Cuculidae.

Morfologi

Bubut teragop adalah burung bertubuh kekar dan memiliki ekor panjang. Individu burung dewasa memiliki punggung dan sayap berwarna merah karat yang mencolok, serta berwarna hitam pekat. Sebagian besar tubuh atasnya ditutupi garis-garis pucat, sementara burung muda tampak acak-acakan. Bubut teragop muda memiliki tampilan berbeda, bulunya tampak kusut dan memiliki ekor yang lebih pendek dibandingkan bubut dewasa dan besar.

Habitat

Bubut teragop ini tersebar di Asia Tenggara bagian barat daya karena memiliki geografis yang terbatas dan cukup konsisten. Persebarannya mencakup Thailand Selatan, melewati Semenanjung Malaysia, Kawasan Sabah dan Serawak, Brunei Darussalam hingga Indonesia, terutama daerah Kalimantan dan Sumatera. Spesies ini bergantung pada kawasan hutan dataran rendah yang rimbun dan jarang ditemukan di ladang terbuka atau kawasan hutan yang telah mengalami penurunan kondisi. Pola makan bubut teragop cukup beragam, biasanya mereka menangkap vertebrata dengan memanfaatkan rimbunan semak belukar yang lembab. Dikarenakan spesies ini memiliki ketergantungan terhadap hutan dan pola makan, menjadikan bubut teragop sangat peka terhadap perubahan lingkungan.

Populasi

Di beberapa wilayah, laporan lapangan menyatakan populasinya menurun atau langka akibat kehilangan habitat yang terus terjadi. Tetapi, ada sebuah laporan menarik tentang bubut teragop. Pada tanggal 10 Juli 2025, di kawasan hutan primer Bang Lang National Park, Thailand Selatan, telah terdokumentasi burung bubut teragop. Temuan ini menunjukkan bahwa populasi bubut teragop masih menunjukkan aktivitas alami di bagian selatan Thailand.

Populasi Centropus rectunguis mengalami penurunan disebabkan oleh hilangnya tutupan hutan yang terus meningkat karena penebangan liar berskala besar dan konservasi hutan menjadi lahan pertanian dan perburuan liar. Berkurangnya hutan menyebabkan sebagian bubut teragop kehilangan area berburu, tempat berlindung dan lokasi sarang yang sesuai. Ancaman ini juga dapat diperparah oleh kebakaran hutan yang merusak habitat dan membuat populasinya semakin rentan tanpa konservasi efektif.

Berdasarkan hasil penelitian terbaru IUCN Red List tahun 2024-2025, telah mencatat sejumlah spesies yang mengalami perubahan status. Namun, spesies Centropus rectunguis tidak termasuk dalam daftar yang statusnya direvisi pada pembaruan periode tersebut. Ketiadaan nama bubut teragop dalam dokumen menunjukkan bahwa status konservasi masih sama yaitu rentan. Status ini menjadi pengingat bahwa spesies centropus rectunguis sedang menghadapi ancaman dan berisiko tinggi mengalami kepunahan apabila konservasi terhadap habitat tidak dihentikan secara intensif.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28999681 (2026-02-28T14:51:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.