Upil
Upil atau mukus hidung kering atau ingus kering terdapat pada hidung dan merupakan hasil pengeringan mukus koloid kental (yang dikenal sebagai ingus) secara normal. Dalam bahasa Inggris Amerika, upil dikenal dengan sebutan boogies atau bogeys. Tindakan mengorek lubang hidung untuk mengeluarkan upil disebut dengan mengupil.
Pembentukan
Membran mukosa pada rongga hidung terus-menerus memproduksi mukus basah (atau ingus) yang melumeri rongga hidung dan menyingkirkan debu atau patogen yang masuk ke hidung melalui udara. Silia juga melapisi rongga untuk menggerakkan mukus dari rongga hidung menuju faring. Tidak semua mukus dapat dialirkan oleh silia dan mukus tersebut terjebak di dalam hidung. Semakin dekat mukus dari lubang hidung dan semakin sedikit kelembaban udara yang diterimanya, maka semakin besar kemungkinannya untuk mengering dan menjadi upil.
Kebiasaan memakan kotoran hidung
Stefan Gates dalam bukunya Gastronaut membahas mengenai pengkonsumsian mukus. Dia mengungkapkan bahwa 44% orang yang telah ditanyainya mengaku telah memakan upil mereka ketika dewasa dan berkata bahwa mereka menyukainya. Dikarenakan penyaring mukus bersifat kontaminan terhadap udara, maka memakannya bisa dikatakan tidak sehat. Gates berkomentar bahwa tubuh manusia telah dirancang untuk mengkonsumsi ingus, karena ingus tertelan setelah dialirkan ke tenggorokan oleh silia. Friedrich Bischinger (seorang ahli pulmonologi di Privatklinik Hochrum Innsbruck), mengatakan bahwa mengupil dan memakan upil bisa bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh.
Lihat pula
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28594304 (2025-11-21T21:29:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.