Pinjal anjing
Pinjal anjing (Ctenocephalides canis) adalah contoh jenis pinjal yang cukup jarang ditemukan di Amerika Serikat. Sesuai namanya, pinjal anjing merupakan parasit pada anjing yang hidup dari mengisap darah. Meskipun demikian, pinjal anjing relatif tidak berbahaya jika dibandingkan dengan pinjal tikus karena jarang membawa agen penyakit.
Ciri-ciri umum
Seperti jenis pinjal secara umum, pinjal anjing memiliki bentuk tubuh pipih vertikal dan berwarna cokelat kemerahan atau cokelat kehitaman. Pinjal anjing juga tidak memiliki sayap, tetapi memiliki kaki belakang yang kuat sehingga mampu melompat dan berlari pada permukaan tubuh anjing.
Pinjal anjing sering hidup pada bagian punggung anjing, yaitu daerah pangkal ekor sampai leher. Selain bagian tersebut, pinjal anjing juga terkadang ditemukan pada paha bagian dalam. Bagian-bagian tubuh yang sering ditempati oleh pinjal anjing tergolong sulit dijangkau oleh anjing, sehingga anjing cenderung menggosok-gosokkan punggungnya pada lantai atau tanah dan menyebabkan penularan pinjal anjing lebih meluas.
Dampak terhadap anjing
Gigitan pinjal anjing dapat menyebabkan alergi pada kulit anjing yang ditandai dengan rasa gatal, perubahan warna kulit menjadi kemerahan, dan penipisan rambut anjing pada daerah gigitan. Selain itu, pinjal anjing sering menjadi perantara cacing pita (Dipylidium canium), sehingga anjing yang menjadi inangnya akan ikut terinfeksi oleh cacing pita saat pinjal menggigit dan mengisap darah anjing.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29174014 (2026-04-28T10:45:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.