Etika seksual
Etika seksual, etika seks, atau moralitas seksual adalah cabang filsafat yang mengkaji etika atau moralitas dalam perilaku seksual. Etika seksual berusaha untuk memahami, mengevaluasi, dan mengkritik hubungan interpersonal dan aktivitas seksual dari perspektif sosial, budaya, dan filosofis. Beberapa orang menganggap beberapa aspek seksualitas manusia, seperti identifikasi gender, orientasi seksual, serta persetujuan dalam hubungan seksual atau prokreasi. Topik-topik ini kemudian menjadi permasalahan utama dalam etika seksual.
Secara historis, cakupan etika seksual banyak dikaitkan dengan filsafat dan ajaran agama. Baru-baru ini, gerakan feminisme telah menekankan pilihan dan persetujuan pribadi dalam melakukan aktivitas seksual.
Rujukan
Bacaan lanjutan
- Bertrand Russell. Our Sexual Ethics, 1936
- Janet Smith. Natural Law and Sexual Ethics
- John Jefferson Davis: Evangelical Ethics. Issues Facing the Church Today. Presbyterian and Reformed Pub. Co., Phillipsburg, N.J., 1985. N.B.: Over half of this study is devoted to issues of human sexuality, reproduction, and biology.
- Philosophy of sexuality. Internet Encyclopedia of Philosophy
- Stephen J. Schulhofer, Unwanted Sex: The Culture of Intimidation and the Failure of Law, Harvard University Press; New edition (May 5, 2000), trade paperback, 336 pages
Pranala luar
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 24102066 (2023-08-30T04:07:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.