Cacing keremi
Cacing kremi () (genus Enterobius), juga disebut threadworm (di Britania Raya dan Australia) atau seatworm, adalah sejenis cacing parasit pada manusia. Cacing kremi merupakan nematoda (cacing gilig) dan menjadi parasit intestinal atau helminth pada manusia. Kondisi medis akibat infeksi cacing kremi dikenal sebagai enterobiasis
Taksonomi
Cacing kremi termasuk dalam kelompok nematoda. Nama ilmiah untuk cacing keremi ialah Enterobius vermicularis. Nama cacing keremi diberikan karena ukuran tubuhnya yang sangat kecil. Panjang tubuh cacing keremi hanya berkisar antara 2–15 milimeter. Ukuran cacing keremi jantan berkisar antara 2-5 mm lebih pendek daripada cacing keremi betina yang ukurannya 8-13 milimeter.
Anatomi
Tubuh cacing kremi berukuran sangat kecil. Besarnya hanya seukuran beras. Panjang tubuhnya hanya berkisar antara 10–15 sentimeter. Cacing kremi mirip seperti parutan kelapa karena tubuhnya berwarna putih.
Penularan penyakit
Parasitisasi
Cacing keremi merupakan salah satu parasit pada saluran pencernaan yang menyebabkan enterobiasis. Penyakit enterobiasis dapat diderita oleh manusia pada segala umur. Namun umunmnya diderita oleh anak berusia 5–14 tahun. Lingkup penularannya dapat mencapai lingkup keluarga atau lingkungan yang sama. Penularannya dapat melalui debu atau dari mulut ke tangan. Cara masuknya dapat melalui dubur.
Pada anak-anak, cacing kremi tertinggal di dalam kuku atau jari tangan anak-anak ketika bermain di tanah. Wujud cacing kremi ketika menempel masih dalam bentuk telur. Ketika anak-anak makan tanpa mencuci tangan, maka telur cacing keremi akan ikut tertelan. Telur kemudian menetas ketika mencapai usus. Setelah itu, cacing keremi memasuki bagian usus untuk tumbuh dan berkembangbiak. Keberadaan cacing keremi di dalam tubuh menyebabkan penyakit enterobiasis. Peneluran telur cacing kremi dilakukan pada malam hari ketika penderita sedang tertidur.
Pengobatan
Cacingan yang disebabkan oleh infeksi cacing kremi dapat diatasi dengan obat albendazol. Obat ini digunakan dengan cara diminum melalui mulut. Albendazol dapat membunuh cacing kremi karena kemampuannya dalam mengurangi persediaan glikogen yang berakibat kepada berkurangnya pembentukan adenosina trifosfat. Larva cacing ataupun cacing dewasa diblok dari memperoleh glukosa oleh albendazol.
Rasa gatal yang ditimbulkan oleh cacing keremi pada dubur juga dapat diatasi dengan menggunakan tiga jenis ramuan. Ramuan pertama ialah tiga siung bawang merah yang telah digiling atau diparut. Setelah itu, ramuan ditempelkan pada dubur sebelum tidur. Ramuan kedua ialah campuran parutan temu hitam dan sesiung bawang putih yang ditambahi dua sendok madu. Ramuan diminum dari hasil perasan. Perasan ini kemudian diberikan ke dubur setiap dua kali seminggu. Ramuan ketiga ialah dua sampai tiga siung bawang putih yang telah digiling. Setelah itu, ramuan ditempelkan pada dubur sebelum tidur.
Daftar Spesies
- Enterobius anthropopitheci (Gedoelst, 1916)
- Enterobius atelis Cameron, 1929
- Enterobius brevicauda Sandosham, 1950
- Enterobius buckleyi Sandosham, 1950
- Enterobius callithricis Solomon, 1932
- Enterobius duplicidens Buckley, 1931
- Enterobius emodensis
- Enterobius foecunda (Linstow, 1879)
- Enterobius gregorii (Hugot, 1983) (diperdebatkan)
- Enterobius inglisi
- Enterobius interlabiata Sandosham, 1950
- Enterobius lagothricis Buckley, 1931
- Enterobius lemuris Baehr, 1935
- Enterobius lerouxi Sandosham, 1950
- Enterobius macaci
- Enterobius magnispicula
- Enterobius paraguerezae
- Enterobius parallela (Linstow, 1908)
- Enterobius pesteri
- Enterobius pitheci Cameron, 1929
- Enterobius polyoon (Linstow, 1909)
- Enterobius pygatrichus
- Enterobius schaefferae
- Enterobius shriveri
- Enterobius vermicularis (Linnaeus, 1758)
- Enterobius yagoi Sutton, 1979
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28997361 (2026-02-27T15:22:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.