Cecak-batu muria
Cecak-batu muria (Cnemaspis muria) atau cecak-batu gunung muria adalah sejenis cecak batu yang menyebar terbatas (endemik) di Pulau Jawa, Indonesia; Dalam bahasa Inggris cecak ini dikenal sebagai Muria Rock Gecko.
Etimologi
Nama spesiesnya (muria) berasal dari nama gunung tempat cecak ini pertama kali ditemukan, yakni Gunung Muria di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Spesimen tipe
Holotipe berupa hewan jantan, dengan panjang tubuh SVL (snout-vent length) 56,8 mm; yang dikoleksi tahun 2018 dari kawasan Gunung Muria, Kudus, Jawa Tengah, dan sekarang disimpan di Museum Zoologi Bogor di Cibinong dengan nomor katalog MZB.Lace. 14571. Panjang SVL maksimum spesimen yang menjadi paratipe adalah 58,1 mm (jantan) dan 56,9 mm (betina).
Ekologi dan konservasi
Habitat mikro cecak batu ini adalah bebatuan besar di aliran sungai dan kebun-kebun kopi, di antaranya bersama dengan sejenis cecak jari-lengkung (Cyrtodactylus sp.). Para penemunya menduga bahwa cecak ini berperan dalam mengontrol populasi serangga, termasuk pula serangga hama pada tanaman kopi. Sehingga, untuk menjaga kelestarian spesies pengontrol hama ini, sepatutnya pemakaian obat antihama harus dibatasi, kecuali masalah hama itu sudah sangat parah.
Karena sedikitnya informasi yang diketahui mengenai jenis ini, Daftar Merah IUCN memasukkan populasi cecak ini dalam kategori kurang data (DD, Data Deficient).
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28515322 (2025-11-17T09:00:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.