Lompat ke isi

Biokoenosis

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 5 September 2026 22.46 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25145507; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Biokoenosis (juga disebut sebagai biokoenos, komunitas biotik, komunitas biologis, komunitas ekologi, atau himpunan hidup), diciptakan oleh Karl Möbius pada 1877, mendeksripsikan interaksi organisme-organisme yang hidup bersama di suatu habitat (biotop). Penggunaan dari istilah ini sudah menurun pada abad ke-21.

Pada literatur paleontologis, istilah ini membedakan "himpunan hidup", yang mencerminkan komunitas hidup yang asli, yang hidup bersamaan pada satu tempat dan waktu yang sama. Dalam kata lain, hal tersebut adalah susunan fosil-fosil atau sebuah komunitas dari sebuah waktu spesifik, yang berbeda dengan "himpunan mati" (thanatokoenosis). Tidak ada dan tidak pernah akan ada susunan fosil paleontologis yang dapat mewakili komunitas biologis asli secara keseluruhan (dalam kata lain, biokoenosis dalam konteks yang digunakan oleh ekolog); sehingga istilah ini memiliki perbedaan makna pada konteks paleontologi dan ekologi.

Bedasarkan konsep biokoenosis, komunitas ekologi memiliki beberapa jenis wujud:

Cakupan geografis dari sebuah biokoenos dibatasi oleh kebutuhan dari sebuah komposisi spesies yang kurang lebih seragam.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25145507 (2024-01-09T05:41:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.