Lompat ke isi

Cyrtodactylus agamensis

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 6 September 2026 03.20 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 24362657; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Cyrtodactylus agamensis adalah sejenis cecak jari-lengkung yang menyebar terbatas di Sumatera Barat, Indonesia.

Etimologi

Nama penunjuk spesies agamensis mengacu kepada Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tempat ditemukannya spesies ini.

Pengenalan

Deskripsi asli yang dibuat Bleeker cukup ringkas:

"(Cecak dengan) tiga perisai dagu yang besar dan dua lagi yang sangat kecil; yang besar di sebelah muka bentuk segi lima (pentagonal), sementara dua selebihnya segi empat membengkok, bersisian. Punggung dengan 8 pita melintang, yang masing-masing terbentuk oleh deretan empat noktah hitam memanjang yang hampir saling bersinggungan. Ubun-ubun dengan pola hitam tak beraturan. Ekor dengan cincin-cincin lebar hitam dan putih."

Menurut Rösler dkk., deskripsi itu terlalu singkat dan kurang spesifik, tidak memuat ciri-ciri yang dapat membedakannya dari C. marmoratus. Karenanya, Boulenger (1887) berpendapat bahwa G. agamensis bersinonim dengan G. marmoratus.

Akan tetapi Rösler dkk. beranggapan bahwa C. agamensis cukup berbeda dari C. marmoratus, dan merupakan spesies tersendiri. Perbedaan-perbedaan itu di antaranya: panjang SVL (snout-vent length, moncong hingga anus) yang lebih rendah (yakni, 49,7 mm vs 45,0-82,0 mm—termasuk 2 spesimen juvenil C. marmoratus); adanya sebagian sisik yang membesar pada lengan atas; bintil-bintil yang berbentuk mengerucut di punggung; bintil-bintil pada lipatan samping tubuh (lateral); deretan sisik-sisik perut (ventral) yang jauh lebih banyak (67 deret vs 38-47 [41,17 ± 3,43] deret); dan adanya satu buah sisik yang besar di tengah lekuk preanal (di depan anus).


Habitat dan agihan

C. agamensis menyebar terbatas (endemik) di Sumatera Barat, Indonesia.

Holotipe: BMNH 1946.9.7.44, spesimen betina, tersimpan dalam koleksi Museum Sejarah Alam London (BMNH, British Museum of Natural History).

Rujukan

  • (1887). "Notes on some reptiles from Sumatra described by Bleeker in 1860". Annals and Magazine of Natural History, Ser. 5. Vol. 20: 152.

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 24362657 (2023-09-29T14:06:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.