Ikan berminyak
Ikan berminyak adalah ikan yang dagingnya mengandung minyak, umumnya ikan berdaging merah namun ikan berdaging putih juga memilikinya dalam jumlah yang lebih sedikit. Pada ikan merah, minyaknya dapat mencapai kadar 30 persen dari massa daging, tergantung spesiesnya. Pada ikan putih, minyak terkonsentrasi pada hatinya. Contoh ikan berminyak adalah sarden, teri, salmon, dan makerel.
Ikan berminyak merupakan sumber vitamin A dan vitamin D yang baik karena kedua vitamin tersebut larut dalam lemak. Ikan berminyak juga kaya kandungan asam lemak omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan. Meski demikian, ikan berminyak dapat memiliki kandungan kontaminan seperti merkuri dan dioksin dalam jumlah yang lebih tinggi dibandingkan ikan daging putih.
Referensi
Bahan bacaan terkait
- Clover, Charles. 2004. The End of the Line: How overfishing is changing the world and what we eat. Ebury Press, London. ISBN 0-09-189780-7
Pranala luar
- Achieving optimal essential fatty acid status in vegetarians: current knowledge and practical implications (American Journal of Clinical Nutrition)
- "What's an oily fish?" from the UK Foods Standards Agency
- BUPA article on oily fish
- George Monbiot on the environmental problems of sourcing omega-3 from fish
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28589348 (2025-11-21T14:40:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.