Lompat ke isi

Pengambangan (pengolahan citra)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 23 Agustus 2026 18.00 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Pavlovsk Railing of bridge Yellow palace Winter bw threshold

Dalam pengolahan citra digital, pengambangan () adalah metode sederhana untuk segmentasi citra. Dari citra derajat keabuan, pengambangan dapat dipakai untuk membuat citra biner.[1]

Definisi

Metode pengambangan sederhana menukar tiap piksel dalam sebuah citra dengan warna hitam bila intensitasnya Ii,j kurang dari nilai tetap T, yaitu Ii,j<T, atau warna putih bila intensitasnya lebih dari T. Pada contoh citra di atas, pengambangan ini menyebabkan pohon gelapnya jadi warna hitam dan salju terang jadi warna putih.

Pengambangan banyak saluran

Citra berwarna juga dapat dikenai pengambangan. Salah satu pendekatannya adalah nilai ambang yang berbeda untuk tiap komponen RGB pada citra dan menggabungkannya dengan operasi AND. Cara tersebut sesuai dengan cara kerja kamera dan cara penyimpanan data, tetapi tidak sesuai dengan cara kerja pengenalan warna oleh manusia. Maka, model warna HSL dan HSV lebih sering dipakai. Perhatikan bahwa nilai rona (hue) adalah nilai melingkar, maka dibutuhkan pengambangan melingkar. Mungkin juga digunakan model warna CYMK.[2]

Pengambangan otomatis

Pengambangan otomatis adalah cara yang bagus untuk mengambil informasi yang berguna dari piksel-piksel, sekaligus mengurangi derau latar belakang. Cara ini dilakukan dengan perulangan umpan balik untuk mengoptimalkan nilai ambang sebelum mengubah citra derajat keabuan ke citra biner. Tujuannya adalah memisahkan citra menjadi dua bagian: latar belakang dan latar depan.[3]

  1. Pilih nilai ambang awal, biasanya rata-rata nilai piksel dalam citra.
  2. Bagi citra menjadi dua bagian: latar belakang (di bawah nilai ambang) dan latar depan (di atas nilai ambang).
  3. Cari rata-rata kedua bagian citra.
  4. Hitung nilai ambang baru dari rata-rata dari rata-rata kedua bagian citra.
  5. Bila selisih nilai ambang baru dan lama sudah di bawah batas tertentu, nilai ambang sudah ditemukan. Jika belum, terapkan nilai ambang baru dan ulangi pembagian citra.

Batasan metode

Pengambangan otomatis akan bekerja dengan baik bila latar depan kontras dengan latar belakang. Artinya, citra harus diambil dalam keadaan cahaya yang baik tanpa bagian yang silau.

Lihat pula

Bacaan lebih lanjut

Referensi

  1. Linda G. Shapiro. Computer Vision. Prentice Hall. 2002. ISBN 0-13-030796-3.
  2. Nhu-An Pham. Quantitative image analysis of immunohistochemical stains using a CMYK color model. Diagnostic Pathology. 2007. Vol. 2 (8). doi:10.1186/1746-1596-2-8.
  3. Scott E. Umbaugh. Digital Image Processing and Analysis with MATLAB and CVIPtools, Third Edition. 30 November 2017. ISBN 9781498766074.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29465033 (2026-07-16T09:45:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.