Serangan serigala
Serangan serigala adalah cedera pada manusia atau harta benda mereka oleh serigala abu-abu. Frekuensi mereka beragam berdasarkan pada populasi manusia dan serigala dan interaksi populasi tersebut. Serigala, seperti predator manapun, memilih mangsa berdasarkan pada keadaan. Jika manusia itu remaja, kecil, sendiri atau terluka, ini meningkatkan kesempatan seekor serigala menyerang seperti halnya spesies mangsa manapun; populasi dari serigala dan manusia yang hidup di lingkungan yang sama meningkatkan kesempatan keberadaan predator terjadi. Serangan serigala bersifat langka kala interaksi manusia-serigala menjadi langka dan meningkat kala interaksi manusia-serigala meningkat. Para pakar mengkategorikan serangan serigala ke dalam berbagai jenis, yang meliputi infeksi rabies, predator, agonistik, dan defensif.
Negara dengan catatan historis paling banyak adalah Prancis, tempat sekitar 10.000 serangan fatal terdokumentasi dari 1200 sampai 1920. Sebuah kajian oleh Institut Riset Alam Norwegia menunjukkan bahwa terjadi delapan serangan fatal di Eropa dan Rusia, tiga di Amerika Utara, dan lebih dari 200 di Asia selatan dalam separuh abad sampai 2002. Edisi pembaharuan dari kajian tersebut menyatakan bahwa terjadi 498 serangan terhadap manusia dari tahun 2002 sampai 2020, dengan 25 kematian, termasuk 14 yang diatributkan dengan rabies.
Catatan
Referensi
Daftar pustaka
Bacaan tambahan
Pranala luar
- Staying Safe in Wolf Country, ADFG (January 2009)
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29300127 (2026-06-01T00:41:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.