Lompat ke isi

Taksonomi numerik

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 23 Agustus 2026 18.00 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Taksonomi numerik adalah suatu sistem klasifikasi dalam sistematika biologi. Tujuannya adalah menyusun taksonomi biologis berdasarkan ciri-ciri morfologis. Dalam prosesnya, metode komputasi—terutama analisis klaster—digunakan secara intensif. Konsep taksonomi numerik dikembangkan pada tahun 1961 oleh Robert R. Sokal dan Peter Sneath (1923–2011) dalam buku Principles of Numerical Taxonomy.

Motivasi dan Praktik

Orientasi morfologis dalam taksonomi numerik sejak awal sudah berada dalam kontras dengan sebagian besar teori dan praktik taksonomi lainnya. Mayoritas sistematika biologi berorientasi pada perkembangan filogenetik. Penghindaran pertimbangan-pertimbangan evolusioner justru merupakan tujuan eksplisit Sokal dan Sneath. Sasarannya adalah mengembangkan suatu sistem taksonomi yang bersifat umum, sebisa mungkin bebas teori, dan dapat berlaku secara setara bagi berbagai disiplin seperti ekologi, biologi evolusi, dan paleontologi.

Taksonomi numerik bergantung pada sejumlah besar ciri morfologis, yang semuanya harus dapat diamati dan diukur. Untuk setiap individu, tingkat kemunculan ciri-ciri tersebut ditentukan. Dengan metode komputasi yang kompleks, diharapkan dapat ditemukan ukuran objektif mengenai tingkat kemiripan antarindividu. Tingkat kemiripan tersebut kemudian dapat digunakan sebagai dasar bagi suatu sistem taksonomi.

Kritik dan Penerimaan dalam Riset

Taksonomi numerik tidak berhasil menjadi arus utama dalam sistematika biologi. Di satu sisi, para ahli biologi evolusi menolak taksonomi yang sepenuhnya berorientasi morfologi sebagai sesuatu yang tidak realistis. Di sisi lain, terdapat keberatan ilmiah-teoretis yang serius terhadap konsep fenetik mengenai taksonomi objektif. Konsep spesies morfologis sebagian bersifat subjektif karena bergantung pada pemilihan dan pembobotan ciri-ciri morfologis, yang sering dipengaruhi oleh metodologi yang tersedia dan kepentingan penelitian tertentu.

Selain itu, mayoritas taksonom saat ini berpendapat bahwa taksonomi harus berorientasi pada kriteria filogenetik. Karena algoritma klaster yang digunakan dalam taksonomi numerik tidak membedakan antara ciri konvergen dan homolog, metode ini dalam banyak kasus gagal merekonstruksi proses filogenetik (evolusioner) secara benar. Evolusi konvergen sering memengaruhi banyak ciri morfologis secara bersamaan (misalnya pada perbandingan antara burung dan kelelawar), sehingga penilaian kuantitatif semata dapat menyesatkan.

Namun, permasalahan tersebut tidak menghilangkan fakta bahwa taksonomi numerik tetap digunakan secara sukses dalam beberapa bidang tertentu—terutama di bidang-bidang di mana konsep spesies lain tidak dapat diterapkan. Hal ini terjadi, misalnya, dalam paleontologi, di mana konsep spesies biologis Ernst Mayr sering tidak dapat digunakan karena biasanya tidak tersedia informasi tentang kemampuan reproduksi organisme.

Meski demikian, klaim bahwa taksonomi numerik dapat menjadi metode taksonomi universal dapat dianggap telah gagal. Namun hal ini tidak berarti bahwa fenetik tidak dapat memiliki tempat permanen dalam pluralitas sistem taksonomi.

Taksonomi Numerik dalam Linguistik

Mengikuti pendekatan Sokal/Sneath, klasifikasi juga dilakukan dalam berbagai bidang linguistik. Tujuannya, seperti dalam biologi, adalah menggunakan metode klasifikasi yang seobjektif mungkin. Dalam penerapannya pada pertanyaan-pertanyaan tipologi bahasa, berdasarkan ciri morfologis dan sintaktis bahasa, diperoleh hasil yang sebagian besar sejalan dengan klasifikasi historis.[1] Upaya klasifikatoris lainnya didasarkan pada sifat distribusional fonem-fonem bahasa.[2]

Referensi

Referensi

  1. Gabriel Altmann. Allgemeine Sprachtypologie: Prinzipien und Meßverfahren. Fink. 1973. ISBN 978-3-7705-0938-6.
  2. Gabriel Altmann. Einführung in die quantitative Phonologie. Studienverlag Brockmeyer. 1980. ISBN 978-3-88339-150-2.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29461152 (2026-07-15T08:48:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.