Lompat ke isi

Kesadaran buatan

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 23 Agustus 2026 03.06 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Kesadaran buatan (disebut pula: kesadaran mesin atau kesadaran sintetis)[1] adalah bidang yang terkait dengan kecerdasan buatan dan robotika kognitif. Tujuan teori kesadaran buatan adalah untuk menentukan apa yang harus disintesis jika kesadaran dapat ditemukan dalam artefak yang direkayasa.

Neurosains berhipotesis bahwa kesadaran dihasilkan oleh interoperasi berbagai bagian otak yang disebut korelasi saraf kesadaran. Namun terdapat kontroversi mengenai perspektif ini. Pendukung kesadaran buatan percaya mengenai adanya kemungkinan membangun sistem (misalnya, sistem komputer) yang dapat meniru interoperasi korelasi saraf kesadaran.[2]

Konsep kesadaran buatan juga dibahas dalam filsafat kecerdasan buatan melalui pertanyaan tentang pikiran, kesadaran, dan keadaan mental.[3]

Konsep dasar

Pengembangan sistem kecerdasan buatan yang memiliki kemampuan untuk berpikir dan memproses data juga dikenal sebagai kesadaran buatan. Konsep umumnya terdiri dari beberapa fondasi utama. Pertama, konsep pengalaman subjektif atau pengalaman fenomenal, yang mempertanyakan apakah mesin dapat memiliki sensasi internal atau qualia seperti halnya manusia. Yang kedua adalah self-awareness, yang mencakup kemampuan sistem untuk mengenali dirinya sebagai entitas yang berbeda dan memahami kondisi internalnya, termasuk proses berpikirnya sendiri. Kedua kategori ini masih sangat filosofis dan belum terbukti dapat terjadi. Selain itu, teori seperti Integrated Information Theory (IIT) mengatakan bahwa kesadaran berasal dari tingkat integrasi informasi yang tinggi dalam suatu sistem.[4] Di sisi lain, Teori Ruang Kerja Mental Pusat (GWT) menekankan betapa pentingnya ruang kerja mental pusat, yang memungkinkan berbagai modul pemrosesan informasi berbagi data sehingga sesuatu dapat "masuk ke kesadaran." Konsep lain yang penting adalah kesadaran fungsional, yang berarti bahwa sistem dianggap sadar jika dia memiliki kemampuan untuk mengatur tujuan, membuat keputusan sendiri, dan menilai konsekuensi tindakannya. Pada tingkat yang lebih tinggi, ada kesadaran reflektif, yang berarti bahwa sistem memiliki kemampuan untuk menilai dan memahami proses berpikirnya sendiri. Namun, hingga saat ini, para ilmuwan belum mencapai konsensus tentang apakah kesadaran buatan benar-benar dapat dilakukan atau apakah AI hanya dapat mensimulasikan perilaku yang tampak sadar tanpa benar-benar mengalami kesadaran.[5]

Perbedaan dengan AI konvensional

AI konvensional adalah sistem yang menggunakan pola data, algoritma, dan instruksi yang telah diprogramkan untuk melakukan tugas tertentu. Jenis AI ini tidak memiliki pengalaman subjektif, kesadaran diri, atau pemahaman keberadaannya. Meskipun tampilannya cukup pintar, ia hanya beroperasi dengan input-output. Meskipun AI konvensional dapat mengenali wajah, memprediksi cuaca, menerjemahkan bahasa, atau menulis teks, semua proses ini dilakukan hanya berdasarkan statistik dan perhitungan yang dilatih. Sementara itu, tujuan dari kesadaran buatan adalah untuk membuat sistem yang tidak hanya cerdas tetapi juga sadar. Dengan kata lain, sistem ini harus mampu memahami diri sendiri, mengevaluasi proses berpikirnya, memiliki gambaran internal tentang dunia, dan mungkin bahkan memiliki pengalaman subjektif. Konsep ini menjelaskan bahwa AI tidak sekadar memproses data; itu juga tahu bahwa ia memprosesnya, memiliki tujuan internal, dan dapat merefleksikan tindakannya. Dengan kata lain, sementara kesadaran buatan (AI) konvensional berusaha membuat entitas yang tampak seperti makhluk sadar, itu hanya berfungsi sebagai alat pemroses informasi yang sangat kompleks. Sementara kesadaran buatan konvensional adalah teknologi yang sudah nyata dan banyak digunakan, kesadaran buatan modern masih bersifat teoritis hingga saat ini.[6]

Bacaan lanjutan

  • Casti, John L. "The Cambridge Quintet: A Work of Scientific Speculation", Perseus Books Group, 1998
  • Franklin, S, B J Baars, U Ramamurthy, and Matthew Ventura. 2005. The role of consciousness in memory. Brains, Minds and Media 1: 1–38, pdf.
  • Haikonen, Pentti (2004), Conscious Machines and Machine Emotions, presented at Workshop on Models for Machine Consciousness, Antwerp, BE, June 2004.
  • McCarthy, John (1971–1987), Generality in Artificial Intelligence. Stanford University, 1971-1987.
  • Penrose, Roger, The Emperor's New Mind, 1989.
  • Sternberg, Eliezer J. (2007) Are You a Machine?: The Brain, the Mind, And What It Means to be Human. Amherst, NY: Prometheus Books.
  • Suzuki T., Inaba K., Takeno, Junichi (2005), Conscious Robot That Distinguishes Between Self and Others and Implements Imitation Behavior, (Best Paper of IEA/AIE2005), Innovations in Applied Artificial Intelligence, 18th International Conference on Industrial and Engineering Applications of Artificial Intelligence and Expert Systems, pp. 101–110, IEA/AIE 2005, Bari, Italy, June 22–24, 2005.
  • Takeno, Junichi (2006), The Self-Aware Robot -A Response to Reactions to Discovery News-, HRI Press, August 2006.
  • Zagal, J.C., Lipson, H. (2009) "Self-Reflection in Evolutionary Robotics", Proceedings of the Genetic and Evolutionary Computation Conference, pp 2179–2188, GECCO 2009.

Pranala luar

Referensi

  1. S. L. Thaler. The emerging intelligence and its critical look at us. Journal of Near-Death Studies. 1998. Vol. 17 (1). hlm. 21–29. doi:10.1023/A:1022990118714.
  2. Michael Graziano. Consciousness and the Social Brain. Oxford University Press. 2013. ISBN 978-0199928644.
  3. Artificial Intelligence: A Modern Approach includes the philosophical foundations of AI including the questions of consciousness http://aima.cs.berkeley.edu/contents.html, Russell, Stuart J., Norvig, Peter, 2003, Upper Saddle River, New Jersey: Prentice Hall,
  4. Igor Aleksander. How to build a mind. London : Phoenix. 2001. ISBN 978-0-7538-1135-1.
  5. APA PsycNet. psycnet.apa.org.
  6. APA PsycNet. psycnet.apa.org.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29316788 (2026-06-06T01:14:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.