Lompat ke isi

Ubur-ubur api

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 6 September 2026 22.17 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28771118; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Ubur-ubur api (Physalia) atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Portuguese man o'war merupakan hewan serupa ubur-ubur yang dikenal memiliki sengatan yang melepuhkan, bahkan mematikan. Hewan ini bukan merupakan ubur-ubur sejati (kelas Scyphozoa), meskipun masih termasuk dalam filum Cnidaria bersama dengan ubur-ubur.

Ubur-ubur api termasuk dalam famili Physaliidae dengan satu-satunya genus, Physalia. Hanya terdapat dua jenis (spesies) ubur-ubur api, yaitu P. physalis yang tersebar di perairan hangat dunia dan P. utriculus yang lebih terbatas di perairan Samudera Pasifik dan berukuran lebih kecil. Sengatan P. physalis sangat berbahaya. Meskipun hewan ini terdampar di pantai beberapa hari, sengatnya masih bisa melukai. Namun, jenis ikan tertentu, seperti Nomeus gronovii, kebal terhadap sengatannya dan bahkan berlindung di sekitar tentakel hewan tersebut.

Ubur-ubur api adalah anggota mencolok dari neuston, sebuah komunitas organisme yang semuanya hidup di permukaan laut. Hewan ini memiliki banyak nematokis beracun yang dapat menyengat, dengan daya sengat yang cukup kuat untuk membunuh ikan (dan terkadang, manusia).

Komposisi zooid

Meski secara bentuk mirip ubur-ubur, ubur-ubur api merupakan sifonofora. Seperti sifonofora lainnya, hewan ini merupakan hewan kolonial yang terdiri dari unit-unit kecil yang disebut zooid. Semua zooid serupa secara genetik, tetapi memiliki fungsi yang berbeda-beda seperti distribusi nutrisi dan reproduksi, sehingga secara bersamaan, koloni tersebut bekerja sebagai satu individu. Ubur-ubur api terdiri dari empat kelompok polip yang masing-masing membentuk koloni yang terspesialisasi. Kelompok pertama adalah yang membentuk badan pengapung (pneumatophore). Badan pengapung tersebut berisi gas yang diproduksi oleh sebuah kelenjar gas. Kemudian, kelompok kedua (gastrozoid) mengurus proses pengolahan makanan, kelompok ketiga membentuk sengat (nematocyst, panjang sekitar 10 sampai 50 m), dan kelompok keempat (gonozoid) bertugas untuk berkembangbiak. Keempat kelompok ini tidak mampu hidup secara terpisah, meskipun secara struktural memiliki kelengkapan untuk hidup.

Rujukan

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28771118 (2026-01-02T12:23:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.