Lompat ke isi

Pandemi Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 7 September 2026 08.32 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28507167; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Hingga 27 Juni 2021, terdapat 57.858 kasus positif di Daerah Istimewa Yogyakarta, terdiri dari 8.917 kasus yang sedang dirawat, 47.462 kasus dinyatakan sembuh, dan 1.479 kasus meninggal dunia (tingkat kematian ). Sebanyak 315.801 orang telah diuji dengan tingkat keterjangkitan mencapai . Berdasarkan persentase, sebanyak (86.079 orang tiap sejuta orang) dari seluruh penduduk telah diuji dengan (15.771 orang tiap sejuta orang) dari seluruh penduduk dinyatakan terjangkit koronavirus dan (403 orang tiap sejuta orang) dari seluruh penduduk meninggal karena terjangkit koronavirus.

Kasus harian COVID-19 di Yogyakarta sempat menunjukkan penurunan pada awal pekan pertama Maret 2021 hingga pekan ketiga. Namun kembali terjadi lonjakan pada pekan keempat yaitu pada tanggal 28 Maret 2021 kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 127 kasus positif. Terdiri atas Kota Jogja 9 kasus, Bantul 59 kasus, Kulon Progo dua kasus, Gunungkidul dua kasus dan Sleman tambah 55 kasus. Sehingga total kasus positif terkonfirmasi menjadi 32.811.

Kluster

Kluster-kluster di Yogyakarta muncul di GPIB Marga Mulya Yogyakarta, kelompok dakwah Islam Jamaah Tabligh dan pusat perbelanjaan Indogrosir di Sleman. Pada kasus di pusat perbelanjaan Indogrosir, 57 karyawan dinyatakan positif dan para warga yang mengunjungi Indogrosir dari 25 April sampai 4 Mei 2020 akan diperiksa.

Sementara itu, 53 tenaga kesehatan di Rumah Sakit Sardjito sempat diisolasi akibat kedatangan dari seorang pasien COVID-19, meskipun pada akhirnya seluruh 53 tenaga kesehatan tersebut dinyatakan negatif. Di salah satu padukuhan wilayah Ngemplak, Sleman, 25 keluarga juga melakukan isolasi diri setelah sebelumnya salah satu warga masuk rumah sakit dan mengalami gejala mirip COVID-19.

Ada 26 kasus virus Corona dari klaster keluarga di Kampung Juminahan, Tegalpanggung, Kecamatan Danurejan. Klaster ini bermulai dari 18 keluarga yang positif corona dan menyebar ke 8 tetangganya yang ikut terkena virus Corona. Kedepalan kasus itu merupakan OTG (orang tanpa gejala). Klaster ini terungkap saat dilakukan tracing setelah seorang kepala keluarga di Kecamatan Durejan meninggal karena positif Corona.

28 November 2020 total kasus positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi sebanyak 5.783 kasus (tambahan kasus 5.651 sampai dengan 5.788). Kasus baru berdasarkan domisili terbanyak dari Kabupaten Sleman, yakni 72 kasus. Sementara, dari Kota Yogyakarta 23 kasus, Kabupaten Bantul 25 kasus, Kabupaten Kulon Progo 5 kasus, dan Kabupaten Gunungkidul 13 kasus.

Hampir separuh kasus positif terkait dengan kontak erat dalam keluarga. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta menyebut klaster keluarga masih mendominasi kasus positif COVID-19 di kota tersebut. Pada 23 Desember 2020 tercatat adanya penambahan kasus 52 pasien positif baru dengan 13 pasien dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi mandiri. Total kasus COVID-19 di Kota Yogyakarta terdapat 1.516 pasien dengan 346 pasien masih dalam perawatan, 1.109 sembuh, dan 61 pasien meninggal dunia.

Pengujian

Keterangan: menandakan tingkat keterjangkitan sudah melebihi ambang batas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia sebesar 5%.

Pergerakan antarwilayah

Pada 20 Mei 2020, dilaporkan 7.797 pemudik telah memadati Kabupaten Sleman, dengan rincian 829 pemudik di Tempel, 652 pemudik di Depok, 632 pemudik di Mlati, 585 pemudik di Ngaglik, dan 533 pemudik di Gamping.

Pariwisata

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta hanya menargetkan kunjungan 1,1 juta wisatawan tahun 2021. Target ini lebih sedikit dibanding tahun 2020 dengan alasan pandemi Covid-19 belum berlalu. Sementara itu jumlah kunjungan wisatawan pada 2020 lalu sebanyak 1.384.781 orang. Jumlah wisatawan 2020 ini lebih sedikit jika dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada 2019 jumlah wisatawan 4.378.909 orang, sedangkan pada 2018 total wisatawan sebanyak 4.103.240 orang.

Kunjungan wisatawan ke Yogyakarta tahun ini didominasi wisatawan Nusantara, karena Indonesia belum membuka penerbangan dari mancanegara. Pemerintah Kota Yogyakarta gencar melakukan serangkaian promosi pariwisata untuk menggaet wisatawan, salah satunya dengan mengadakan promosi wisata Jogja Vaganza 2021. Mempromosikan citra positif pariwisata pada masa pandemi Covid-19 sangat penting dilakukan karena akan memberikan kepercayaan dan rasa aman bagi wisatawan untuk datang dan menikmati suguhan pariwisata di Yogyakarta. Melalui program promosi Jogja Vaganza 2021 diharapkan sektor pariwisata kembali tumbuh. Industri pendukung pariwisata pun bisa begerak karana permintaan pasar naik. Untuk saat ini sejumlah destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi setiap tahunnya masih Gembira Loka, Kraton, dan Taman Pintar.

Pada tahun 2020, jumlah wisawatan yang berkunjung ke Yogyakarta menurun drastis akibat Covid-19. Hal tersebut memberikan efek terhadap industri pariwisata, salah satunya adalah pada bisnis hotel yang semakin hari semakin lesu. Para wisatawan khawatir terjangkit penularan virus melalui beberapa peralatan yang ada di hotel, seperti sprei, handuk, alat makan, dan lain sebagainya.

Tanggapan

Gubernur DI Yogyakarta, Hamengkubuwana X, mengumpulkan lima kepala daerah kota dan kabupaten se-Yogyakarta di Kantor Gubernur pada Minggu, 15 Maret 2020 untuk merundingkan masalah dan penanggulangan pandemi virus korona di DIY. Dalam pertemuan ini dihasilkan lima butir keputusan, yaitu:

  • Informasi mutakhir mengenai perkembangan pasien virus korona di DI Yogyakarta
  • Orang (PDP) yang diketahui positif terinfeksi virus korona akan dibiayai oleh pemerintah pusat, sedangkan biaya pemeriksaan orang (ODP) yang ternyata negatif terinfeksi virus korona akan ditanggung oleh pemerintah DI Yogyakarta.
  • Skema karantina wilayah belum bisa dilakukan karena Yogyakarta masih dianggap belum kejadian luar biasa virus korona.
  • Sultan mengharapkan sekolah menengah yang akan menghadapi Ujian Nasional tetap melaksanakan ujian tersebut, dan menganjurkan pelaksanaan pengajaran daring.
  • Masyarakat Yogyakarta diimbau untuk mengantisipasi dan melakukan tindakan pencegahan, seperti menjaga kebersihan dan mencuci tangan.

Warga di sejumlah dusun/kampung di Yogyakarta dilaporkan melakukan karantina wilayah secara swadaya dengan memblokade jalan menggunakan bilah bambu dan spanduk peringatan. Karantina wilayah ini umumnya masih membuka satu jalan keluar-masuk khusus untuk warga setempat yang bekerja atau hendak membeli keperluan pokok. Selain itu, warga juga memasang alat penyemprot disinfektan secara mandiri di jalan masuk kampung. Tamu yang bukan warga setempat diminta untuk melaporkan diri terlebih dahulu atau bahkan dilarang masuk. Meskipun demikian, tindakan ini tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah. Camat Pakem, Suyanto, misalnya, meminta warga dan kepala desa untuk membuka kembali jalanan kampung yang ditutup karena menyalahi surat edaran yang dikeluarkan Kabupaten Sleman. Wakil wali kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menuturkan bahwa pihaknya telah memberikan pemahaman kepada Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) agar menurunkan spanduk-spanduk penutupan dan membuka kembali jalanan di sejumlah kampung di wilayah Kota Yogyakarta.

Pada perayaan tahun baru 2021, diterapkan sistem buka tutup kawasan Maliobro untuk meghindari penumpukan para wisatawan yang akan mengakses kawasan Malioboro. Kebijakan kawasan bebas kendaraan bermotor di Malioboro yang setiap hari berlaku mulai pukul 18.00 - 21.00 WIB pada saat malam Tahun Baru ditiadakan. Artinya tak ada jalur pedestrian saat itu guna menghindari kerumunan. Selain itu, acara perayaan tahun baru di DIY juga ditiadakan dan pembatasan waktu usaha termasuk angkringan dibatasi sampai dengan pukul 22.00 WIB. Namun, kota Yogyakarta tetap terbuka dan menerima wisatawan dari beragam daerah. Para wisatawan yang akan berkunjung ke Kota Yogyakarta diwajibkan membawa surat identitas kesehatan yang masih berlaku, yaitu hasil rapid test antigen atau swab test.

Kawasan Malioboro, Tugu Jogja, dan Titik Nol Kilometer tetap buka di malam pergantian tahun namun dijaga ketat oleh petugas Satpol PP dan aparat TNI dan Polri untuk mencegah kerumunan. Titik Nol KM tetap padat pengunjung meski tidak ada perayaan kembang api tahun baru 2021.

Sultan Hamengku Buwono X pada 30 Desember 2020 mengajak rakyat Yogyakarta untuk membatasi mobilitas, dan tidak bepergian jika tidak ada acara yang mendesak. Sultan mengimbau agar masyarakat tetap berada di rumah, saling menjaga, dan menolong mereka yang terdampak Covid-19.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28507167 (2025-11-16T04:07:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.