Lompat ke isi

Zonisamida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 7 September 2026 08.46 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29594668; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Zonisamida adalah obat yang digunakan untuk mengobati gejala epilepsi dan penyakit Parkinson. Secara kimia, obat ini adalah sulfonamida. Obat ini berfungsi sebagai antikonvulsan yang digunakan terutama sebagai terapi tambahan pada orang dewasa dengan penyakit Parkinson, sawan onset parsial; spasme infantil, tipe sawan campuran sindrom Lennox–Gastaut, sawan mioklonik dan tonik klonik umum. Meskipun demikian, obat ini terkadang juga digunakan sebagai monoterapi untuk sawan onset parsial.

Sejarah

Zonisamida ditemukan oleh Uno dan koleganya pada tahun 1972 dan diluncurkan oleh Sumitomo Dainippon Pharma (sebelumnya Dainippon Pharmaceutical) pada tahun 1989 sebagai Excegran di Jepang. Obat ini dipasarkan oleh Élan di Amerika Serikat mulai tahun 2000 sebagai Zonegran, sebelum Élan mengalihkan kepentingan mereka di zonisamida ke Eisai Co., Ltd. pada tahun 2004. Eisai juga memasarkan Zonegran di Asia (Cina, Taiwan, dan empat belas negara lainnya) dan Eropa (dimulai di Jerman dan Britania Raya).

Kegunaan medis

Epilepsi

Zonisamida disetujui di Amerika Serikat, dan Britania Raya untuk pengobatan tambahan sawan parsial pada orang dewasa dan Jepang untuk pengobatan tambahan dan monoterapi untuk sawan parsial (sederhana, kompleks, sekunder umum), umum (tonik, tonik-klonik (grand mal), dan absen atipikal) dan sawan gabungan. Di Australia dipasarkan sebagai terapi tambahan dan monoterapi untuk sawan parsial saja.

Penyakit Parkinson

Zonisamida telah disetujui untuk pengobatan gejala motorik penyakit Parkinson (PD), dan sebagai tambahan untuk levodopa di beberapa negara seperti Jepang. Di Jepang, zonisamida telah digunakan sebagai tambahan untuk pengobatan levodopa sejak 2009. Selain itu, terdapat bukti klinis bahwa zonisamida dikombinasikan dengan levodopa mengendalikan gejala motorik PD tetapi bukti untuk pengobatan gejala non motorik PD kurang.

Efek samping

Efek samping berdasarkan insidensi:

Efek samping yang sangat umum (>10% insidensi) meliputi
Efek samping yang umum (1–10% insidensi) meliputi
Insiden tidak diketahui
  • Efek toksik pada reproduksi

Interaksi

Zonisamida dan penghambat anhidrase karbonat lainnya seperti topiramat, furosemid, dan hidroklorotiazida diketahui mengganggu amobarbital, yang menyebabkan anestesi yang tidak memadai selama uji Wada. Zonisamida juga dapat berinteraksi dengan penghambat anhidrase karbonat lainnya untuk meningkatkan potensi asidosis metabolik.

Selain itu, metabolisme zonisamida dihambat oleh ketokonazol, siklosporin, mikonazol, flukonazol, dan karbamazepin (dalam urutan penghambatan menurun) karena efeknya pada enzim CYP3A4.

Zonisamida tidak diketahui menghambat enzim sitokrom P450 saat hadir pada konsentrasi terapeutik.

Mekanisme kerja

Zonisamida adalah obat antisawan yang secara kimia diklasifikasikan sebagai sulfonamida dan tidak terkait dengan agen antisawan lainnya. Mekanisme pasti yang menyebabkan zonisamida memberikan efek antisawannya tidak diketahui, meskipun diyakini bahwa obat ini memblokir saluran natrium dan kalsium tipe-T, yang menyebabkan penekanan hipersinkronisasi neuronal (yaitu aktivitas bentuk sawan). Obat ini juga dikenal sebagai penghambat anhidrase karbonat yang lemah (mirip dengan antikonvulsan topiramat). Obat ini juga dikenal memodulasi neurotransmisi GABAergik dan glutamatergik.

Farmakokinetik

Absorpsi

Absorpsinya bervariasi, namun tingkat Absorpsinya relatif cepat dengan waktu mencapai konsentrasi puncak 2,8–3,9 jam. Bioavailabilitasnya mendekati 100%, dan makanan tidak memiliki efek pada bioavailabilitas zonisamida tetapi dapat memengaruhi tingkat penyerapan.

Metabolisme

Zonisamida sebagian besar dimetabolisme oleh isoenzim CYP3A4, tetapi juga CYP3A7 dan CYP3A5, menjadi 2-(sulfamoilasetil)-fenol melalui pembelahan reduktif cincin 1,2-benzisoksazol.

Penelitian

Diskinesia tardif

Dalam uji coba terbuka, zonisamida meredakan gejala diskinesia tardif.

Obesitas

Zonisamida juga telah dipelajari untuk mengatasi obesitas dengan efek positif yang signifikan pada penurunan berat badan, dan ada tiga uji klinis yang sedang berlangsung untuk indikasi ini. Obat ini akan dijual, jika dikombinasikan dengan bupropion, dengan merek dagang Empatic, hingga pengembangannya dihentikan.

Migrain

Zonisamida telah dipelajari dan digunakan sebagai obat pencegahan migrain, jika topiramat tidak efektif atau tidak dapat dilanjutkan karena efek samping.

Depresi bipolar

Obat ini juga telah digunakan secara off-label oleh psikiater sebagai penstabil suasana hati untuk mengobati depresi bipolar.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29594668 (2026-08-18T05:30:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.