Lompat ke isi

Pandemi Covid-19 di Jawa Timur

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 7 September 2026 13.18 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28455005; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Hingga 28 Januari 2020, terdapat 110.103 kasus positif yang terdiri dari 8.067 kasus yang sedang dirawat serta 94.397 kasus dinyatakan sembuh dan 7.639 kasus meninggal dunia (tingkat kematian ). Sebanyak 1.139.499 sampel telah diuji dengan tingkat keterjangkitan mencapai .

Pengujian

Kluster

Salah satu kluster di Jawa Timur meliputi pabrik HM Sampoerna di mana dua pegawai meninggal dunia dan 63 pegawai dinyatakan positif.

Tanggapan

Pada 15 Maret, Kota Malang mengumumkan bahwa mereka akan menutup semua sekolah selama dua minggu. Penutupan akan dimulai pada 16 Maret.

Pada hari yang sama, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memerintahkan untuk meliburkan semua sekolah di seluruh provinsi. Lembaga pendidikan disarankan untuk membatalkan segala macam pertukaran pelajar sampai waktu yang tidak ditentukan, tetapi ujian nasional di provinsi tidak akan ditunda.

Pada 16 Maret, Wali kota Malang, Sutiaji memutuskan untuk menutup semua akses ke kota, dimulai pada 18 Maret. Pada 16 Maret, belum ada positif COVID-19 di Kota Malang dan Provinsi Jawa Timur. Dia kemudian mengklarifikasi bahwa penguncian hanya berlaku untuk pejabat Kota Malang, bukan masyarakat umum.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28455005 (2025-11-13T08:58:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.