Pandemi Covid-19 di Jawa Barat
Hingga 24 Maret 2021, terdapat 243.749 kasus positif di Jawa Barat, terdiri dari 26.460 kasus yang sedang dirawat, 214.276 kasus dinyatakan sembuh, dan 3.013 kasus meninggal dunia (tingkat kematian ). Sebanyak 1.118.783 sampel telah diuji, yang menghasilkan tingkat keterjangkitan sebesar ).
Pengujian
Kluster
Menurut Ridwan Kamil, klaster-klaster penyebaran di Jawa Barat meliputi seminar syariah ekonomi di Bogor, acara keagamaan kristiani di Bogor, Gereja Bethel di Lembang, acara musyawarah daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Musda Hipmi) di Karawang, sekolah kepolisian di Sukabumi dan seminar Gereja Bethel Indonesia di Bandung. Pada kasus seminar Gereja Bethel Indonesia di Bandung, 11 pendeta dan para kerabatnya meninggal dunia dan 226 jemaat dinyatakan positif COVID-19.
Sementara pada kasus sekolah kepolisian di Sukabumi, 300 siswa dinyatakan positif korona.
Tanggapan
Pada 14 Maret, Kota Depok dan Bogor memutuskan untuk menutup sekolah hingga 28 Maret 2020. Pada 15 Maret, keputusan ini juga diikuti oleh Kota Bandung, dengan menutup sekolah selama dua pekan ke depan dan menyarankan sekolah untuk mengadakan pembelajaran dalam jaringan (daring). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga memutuskan penerapan belajar di rumah bagi pelajar di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.
Pada 15 Maret, peta distribusi COVID-19 di Jawa Barat dirilis untuk publik.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 21948354 (2022-11-06T02:46:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.