Darbepoetin alfa
Darbepoetin alfa (INN) adalah bentuk eritropoietin yang telah dimodifikasi secara rekayasa, yang memiliki lima perubahan asam amino (N30, T32, V87, N88, T90) sehingga menghasilkan dua situs baru untuk penambahan karbohidrat terhubung-N. Obat ini memiliki waktu paruh serum tiga kali lebih lama dibandingkan dengan epoetin alfa dan epoetin beta. Darbepoetin alfa merangsang eritropoiesis (meningkatkan kadar sel darah merah) melalui mekanisme yang sama dengan rHuEpo (yaitu dengan berikatan dan mengaktifkan reseptor Epo) dan digunakan untuk mengobati anemia yang umumnya terkait dengan gagal ginjal kronis serta kemoterapi kanker.
Obat ini disetujui pada bulan September 2001 oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk pengobatan anemia pada pasien gagal ginjal kronis melalui suntikan intravena atau subkutan. Pada bulan Juni 2001, obat ini juga telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) untuk indikasi tersebut serta untuk pengobatan anemia pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi.
Dr. Reddy's Laboratories meluncurkan darbepoetin alfa di India dengan nama merek Cresp pada bulan Agustus 2010. Ini merupakan produk biologis follow-on (produk biologis serupa) pertama di dunia untuk darbepoetin alfa.
Darbepoetin diproduksi menggunakan teknologi DNA rekombinan dalam sel ovarium hamster Cina yang telah dimodifikasi. Obat ini berbeda dari eritropoietin (EPO) endogen karena memiliki dua rantai oligosakarida terikat-N tambahan. Obat ini merupakan protein dengan 165 asam amino yang merangsang eritropoiesis.
Obat ini tercantum dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kontraindikasi
Penggunaan darbepoetin alfa dikontraindikasikan pada pasien dengan hipersensitivitas terhadap obat ini, hipertensi yang tidak terkontrol sebelumnya, dan aplasia sel darah merah murni.
Efek samping
Darbepoetin alfa memiliki "peringatan kotak hitam" di Amerika Serikat terkait peningkatan risiko kematian, serangan jantung, stroke, tromboemboli vena, trombosis pada akses vaskular, serta perkembangan atau kekambuhan tumor. Untuk menghindari efek samping, pasien dengan gagal ginjal kronis atau kanker disarankan menggunakan dosis terendah yang diperlukan guna menghindari transfusi sel darah merah (RBC).
Selain yang tercantum dalam peringatan kotak hitam, penggunaan darbepoetin alfa juga meningkatkan risiko masalah kardiovaskular termasuk henti jantung, aritmia, hipertensi, gagal jantung kongestif, dan edema. Reaksi merugikan lain yang dilaporkan meliputi peningkatan risiko sawan, hipotensi, dan nyeri dada.
Kehamilan dan menyusui
Darbepoetin alfa tidak memiliki klasifikasi kategori kehamilan di Amerika Serikat.
Tidak diketahui apakah darbepoetin alfa diekskresikan ke dalam ASI.
Mekanisme kerja
Darbepoetin alfa berikatan dengan reseptor eritropoietin pada sel progenitor eritroid, sehingga merangsang produksi dan diferensiasi eritrosit.
Peringatan keamanan pada pasien kanker dengan anemia
Amgen mengirimkan surat kepada para pemegang saham pada bulan Januari 2007 yang menyoroti hasil uji klinis terbaru mengenai anemia akibat kanker, serta memperingatkan dokter agar berhati-hati dalam mempertimbangkan penggunaan obat ini untuk indikasi di luar label resmi.
Amgen melaporkan hasil uji klinis DAHANCA 10 kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Komite pemantau data DAHANCA 10 menemukan bahwa pengendalian penyakit secara lokoregional dalam jangka waktu 3 tahun pada subjek yang diobati dengan Aranesp jauh lebih buruk secara signifikan dibandingkan dengan subjek yang tidak menerima Aranesp (p=0,01).
Menanggapi peringatan tersebut, FDA mengeluarkan Peringatan Kesehatan Masyarakat (Public Health Advisory) pada tanggal 9 Maret 2007 dan peringatan klinis bagi para dokter pada tanggal 16 Februari 2007 terkait penggunaan agen stimulan eritropoiesis (ESA), seperti epoetin alfa dan darbepoetin alfa. Peringatan tersebut menyarankan kehati-hatian dalam penggunaan agen-agen ini pada pasien kanker, baik yang sedang menjalani kemoterapi maupun tidak, serta menunjukkan kurangnya bukti klinis yang mendukung adanya perbaikan kualitas hidup atau pengurangan kebutuhan transfusi darah dalam kondisi-kondisi tersebut.
Menurut pembaruan tahun 2010 terhadap pedoman praktik klinis dari American Society of Clinical Oncology (ASCO) dan American Society of Hematology (ASH), penggunaan ESA seperti darbepoetin alfa pada pasien kanker dianggap tepat jika mengikuti ketentuan yang tercantum dalam label yang disetujui FDA.
Masyarakat dan budaya
Seperti halnya EPO, darbepoetin alfa berpotensi disalahgunakan oleh atlet yang ingin memperoleh keunggulan kompetitif. Penggunaannya selama Olimpiade Musim Dingin 2002 untuk meningkatkan performa menyebabkan didiskualifikasinya atlet ski lintas alam Larisa Lazutina (Rusia), Olga Danilova (Rusia), dan Johann Mühlegg (Spanyol) dari perlombaan final mereka..
Aspek ekonomi
Penjualan gabungan Epogen dan Aranesp melebihi US$6 miliar pada tahun 2006. Penjualan Procrit mencapai sekitar US$3,2 miliar pada tahun 2006.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29674134 (2026-08-30T23:13:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.