Lompat ke isi

Sulfadoksin/pirimetamin

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 7 September 2026 13.41 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29585230; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Sulfadoksin/pirimetamin adalah obat kombinasi yang digunakan untuk mengobati malaria. Obat ini mengandung sulfadoksin (suatu sulfonamida) dan pirimetamin (suatu antiprotozoa). Untuk pengobatan malaria, obat ini biasanya digunakan bersama dengan obat antimalaria lain seperti artesunat. Di wilayah Afrika dengan tingkat malaria sedang hingga tinggi, tiga dosis dianjurkan selama trimester kedua dan ketiga kehamilan.

Efek sampingnya meliputi diare, ruam, gatal, sakit kepala, dan rambut rontok. Jarang terjadi reaksi alergi parah atau ruam seperti nekrolisis epidermal toksik. Umumnya tidak direkomendasikan pada orang dengan alergi sulfonamida, atau penyakit hati atau ginjal yang signifikan. Cara kerjanya dengan menghalangi kemampuan malaria untuk menggunakan asam folinat.

Sulfadoksin/primetamin awalnya disetujui untuk penggunaan medis di Amerika Serikat pada tahun 1981. Obat ini ada dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia. Obat ini tidak tersedia secara komersial di Amerika Serikat.

Kegunaan medis

Malaria

Obat ini disetujui di Amerika Serikat sebagai pengobatan dan tindakan pencegahan terhadap malaria. Kombinasi ini dianggap lebih efektif dalam mengobati malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum dibandingkan malaria yang disebabkan oleh Plasmodium vivax, yang mana klorokuin dianggap lebih efektif, meskipun jika tidak ada diagnosis spesifik spesies, kombinasi sulfadoksin-pirimetamin dapat diindikasikan. Namun, karena efek sampingnya, obat ini tidak lagi direkomendasikan sebagai pencegahan rutin, tetapi hanya untuk mengobati infeksi malaria serius atau untuk mencegahnya di daerah di mana obat lain mungkin tidak efektif. Namun, obat ini direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk penggunaan pencegahan musiman pada anak-anak bila dikombinasikan dengan amodiakuin.

Lainnya

Obat ini juga telah digunakan sebagai pengobatan dan tindakan profilaksis untuk toksoplasmosis dan pneumonia akibat Pneumocystis jiroveci.

Efek samping

Efek samping berdasarkan insidensi meliputi:

Umum (frekuensi >1%)
Jarang (frekuensi <1%)
Frekuensi tidak diketahui
  • Penurunan berat badan
  • Kram perut
  • Kehilangan rambut
  • Fotosensitivitas
  • Kelelahan
  • Demam
  • Polineuritis
  • Glossitis atrofi
  • Maag
  • Hasil tes fungsi hati abnormal (misalnya peningkatan konsentrasi serum ALT, AST, alkali fosfatase, dan bilirubin)

Kontraindikasi

Penggunaan obat ini dikontraindikasikan pada:

  • Anemia megaloblastik yang disebabkan oleh defisiensi folat
  • Hipersensitivitas terhadap pirimetamin, sulfonamida, atau bahan apa pun dalam formulasi
  • Penggunaan profilaksis berulang (berkepanjangan) pada pasien dengan gagal ginjal atau hati atau diskrasia darah
  • Bayi <2 bulan
  • Profilaksis pada kehamilan cukup bulan
  • Profilaksis pada wanita menyusui
  • Porfiria akut

Farmakologi

Sulfadoksin adalah antibiotik sulfonamida yang bersaing dengan asam p-aminobenzoat dalam biosintesis asam folat. Pirimetamin berfungsi sebagai penghambat selektif reduktase dihidrofolat protozoa, sehingga mencegah sintesis tetrahidrofolat, bentuk aktif folat. Sinergi yang hebat terjadi antara kedua obat tersebut karena penghambatan mereka terhadap dua langkah berbeda dalam biosintesis tetrahidrofolat.


Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29585230 (2026-08-15T22:59:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.