Carina Citra Dewi Joe
Prof. (H.C.UA). Dr. Carina Citra Dewi Joe, B.Sc., M.Sc., Ph.D. atau yang dikenal dengan Carina Joe () adalah seorang peneliti, ilmuwan, sekaligus penemu metode pemroduksian massal vaksin Covid-19 Oxford–AstraZeneca. Carina juga merupakan seorang Guru Besar Kehormatan (Honoris Causa) Universitas Airlangga. Ia dikukuhkan sebagai guru besar kehormatan bidang ilmu rekayasa dan bio-manufaktur dengan membawakan orasi ilmiah bertajuk Innovative Strategies for Preventing and Overcoming Pandemics: Integrating Technology and Human Expertise. Pengukuhan Guru Besar tersebut dilakukan pada 20 Desember 2023.
Pendidikan
Carina merupakan lulusan SMA Kristen 1 Penabur Jakarta dan ia menempuh pendidikan SMA hanya dalam waktu 2 tahun dengan program akselerasi. Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, Carina melanjutkan studi ke tingkat perguruan tinggi dengan fokus di bidang bioteknologi. Ia memperoleh gelar Bachelor of Science di bidang Bioteknologi dari Universitas Hong Kong pada tahun 2008, memperluas pemahamannya tentang ilmu hayati dan aplikasinya dalam industri farmasi serta medis. Untuk memperdalam ilmunya, Carina melanjutkan studi ke jenjang magister di Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), Australia, dan berhasil meraih Master of Biotechnology pada tahun 2013. Selama belajar di Australia, Carina mengaku pernah bergabung dalam beberapa proyek pengembangan vaksin, salah satunya vaksin hepatitis B. Tidak berhenti di situ, ia kemudian melanjutkan pendidikan doktoralnya di institusi yang sama dan meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) di bidang Bioteknologi pada tahun 2019. Setelah lulus, dia sempat bekerja di Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO), sebuah lembaga penelitian yang berada di bawah pemerintah Australia. Ia kemudian bergabung dengan Jenner Institute di Universitas Oxford sebagai Senior Postdoctoral Research Scientist di bidang pengembangan vaksin khususnya vaksin virus.
Penemuan
Ia Ilmuwan dari Indonesia, pemegang paten Vaksin Covid-19 Oxford–AstraZeneca pandemi Covid-19. Bukti paling sahih adalah pemerintah yang sudah dua tahun lebih membatasi pergerakan masyarakat indonesia menemukan Vaksin Covid-19.
Carina Joe belakangan banyak muncul dalam pemberitaan di berbagai media karena perannya sebagai salah satu anggota tim inti penemu Vaksin Covid-19 Oxford–AstraZeneca. Sebagai anggota tim manufacturing, yang bertanggung jawab menemukan cara memproduksi vaksin secara massal, Carina menemukan formula “30 ml” atau popular disebut formula “dua sendok makan” yang menjadi landasan bagi produksi massal Vaksin AstraZenecca, vaksin yang saat ini disebut paling luas jangkauannya di seluruh dunia dan diproduksi dengan harga “semurah mungkin”. Ia sekarang merupakan salah seorang dari enam pemegang paten dari produksi Vaksin AstraZeneca.
Penghargaan
Carina Joe terus menorehkan prestasi di dunia sains dan bioteknologi, terutama dalam kontribusinya terhadap pengembangan vaksin Covid-19 Oxford–AstraZeneca. Berkat peran pentingnya dalam proses produksi vaksin yang telah menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia, ia menerima berbagai penghargaan bergengsi dari tahun 2021 hingga 2023. Pada 2021, Carina mendapatkan pengakuan internasional atas karyanya. Ia menjadi salah satu ilmuwan utama dalam tim manufaktur vaksin Oxford–AstraZeneca, yang kemudian mendapatkan penghargaan Pride of Britain Award pada 31 Oktober 2021 di London. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap tim yang telah menghasilkan vaksin yang paling luas didistribusikan di dunia dalam upaya melawan pandemi Covid-19. Pada tahun yang sama, ia juga dinobatkan sebagai Woman of The Year 2021 oleh Tim Anugerah TIMES Indonesia, sebuah penghargaan yang mengakui kontribusinya dalam penelitian dan produksi vaksin. Tahun berikutnya, pada 2022, Carina kembali meraih penghargaan bergengsi di dunia sains. Ia dianugerahi Young Investigator Awards 2022 sebagai ilmuwan utama yang berperan dalam pengembangan proses produksi vaksin skala besar sesuai standar cGMP (Current Good Manufacturing Practice). Penghargaan ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu ilmuwan bioteknologi terkemuka di dunia.
Pada 2023, kontribusi Carina Joe terhadap dunia sains semakin diakui, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pada 31 Agustus 2023, ia menerima Penghargaan Achmad Bakrie XIX dalam Bidang Sains, yang diselenggarakan di Ciputra Theatre, Jakarta. Penghargaan ini diberikan kepada individu yang telah memberikan kontribusi besar dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan dampak signifikan bagi masyarakat luas. Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya, pada 25 September 2023, Carina Joe menerima "Pin Emas" dari BPK PENABUR. Melalui berbagai penghargaan ini, Carina Joe terus menginspirasi banyak orang, terutama di bidang sains dan teknologi, serta menjadi salah satu ilmuwan Indonesia yang diakui secara global berkat dedikasi dan inovasinya di bidang bioteknologi.
Tanda kehormatan
-
- Bintang Jasa Utama (25 Agustus 2025)
Iklan
- Susu Pertumbuhan untuk Anak Wyeth S-26 (2024)
Referensi
Pranala luar
Lihat pula
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29664994 (2026-08-29T15:33:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.