Lompat ke isi

Papula penis mutiara

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 7 September 2026 13.48 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29318846; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Papula mutiara penis (bahasa Inggris: Pearly penile papules, disingkat PPP; juga dikenal sebagai papiloma hirsutoid atau sebagai ', bahasa Latin untuk 'papila pada korona glans') adalah benjolan kecil atau bintik jinak pada penis manusia. Ukurannya bervariasi dari 0,5-1 mm, berwarna seperti mutiara atau sewarna daging, halus dan memiliki ujung berbentuk kubah atau filiformis, serta muncul dalam satu atau beberapa baris di sekitar korona, yaitu tepi kepala penis dan terkadang pada batang penis. Benjolan ini tidak menimbulkan rasa sakit, nonkanker, dan tidak berbahaya. Kondisi medis karena memiliki papula ini disebut papilomatosis hirsutoid atau ' (bahasa Latin untuk 'hirsutisme papiler pada korona glans').

Penyebab dan mekanisme

PPP adalah salah satu jenis angiofibroma. Fungsinya belum dipahami dengan baik. Papula ini biasanya dianggap sebagai sisa-sisa vestigial dari duri penis, yaitu fitur sensitif yang ditemukan di lokasi yang sama pada primata lainnya. Papula ini tidak menyebar dan sering kali menyusut secara spontan. Bersama dengan kelenjar Fordyce, PPP mengeluarkan minyak untuk menjaga kulit kepala penis tetap dalam kondisi baik. Smegma dapat menumpuk jika minyak ini diproduksi secara berlebihan atau pencucian di bawah kulup tidak memadai.

Diagnosis

Diagnosis dilakukan melalui visualisasi. Pada dermoskopi, papula berwarna putih-merah muda tampak dalam pola menyerupai batu bulat (cobblestone) dan mengandung pembuluh darah berbentuk titik atau koma di bagian tengah. Tidak terdapat sisik. PPP terkadang disalahartikan sebagai kutil kelamin karena tampilannya yang dianggap mirip. Papula ini juga bisa tampak mirip dengan moluskum kontagiosum, hiperplasia sebasea, dan liken nitidus. Histopatologi menunjukkan jaringan ikat yang padat, fibroblas, dan banyak pembuluh darah.

Penanganan

Secara umum, meyakinkan pasien tentang kondisinya sudah cukup dan tidak ada penanganan medis yang diperlukan. Terapi laser atau krioterapi dapat dipertimbangkan bagi pria yang merasa terganggu melihat PPP atau merasa sangat malu.

Laser karbon dioksida umumnya memberikan hasil yang baik dengan proses penyembuhan kulit dalam waktu tujuh hari. Prosedur ini memerlukan anestesi, mungkin perlu dilakukan lebih dari satu kali, dan memiliki risiko pendarahan, jaringan parut, serta perubahan warna kulit. Prosedur lainnya melibatkan penggunaan hifrekator.

Epidemiologi

PPP sangat umum dan terjadi pada 14% hingga 48% pria muda. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa papula ini kurang umum pada pria yang telah disunat, dan terjadi sekitar setengah kali lebih sering dibandingkan pada pria yang tidak disunat, tetapi beberapa penelitian lainnya melaporkan hal yang sebaliknya.

Sosial dan budaya

Beberapa pria merasa terganggu melihat PPP karena kemiripannya dengan beberapa infeksi menular seksual. Meskipun tidak berkaitan dengan penyakit apa pun, PPP terkadang disalahartikan sebagai kutil HPV. Terdapat juga berbagai pengobatan rumahan untuk "menyembuhkannya", terlepas dari fakta bahwa papula ini tidak menular maupun membahayakan kesehatan. Beberapa "pengobatan rumahan" yang ditemukan di internet dan tempat lain menggunakan salep atau krim ringan untuk melembutkan papula, tetapi yang lainnya merupakan teknik menghilangkan papula yang secara fisik berbahaya dan dapat mengakibatkan kerusakan yang tidak dapat diobati.

Karena dokter kulit (dermatolog) memiliki cara yang aman dan efektif untuk mengangkat papula tersebut jika diinginkan, pengobatan rumahan yang melibatkan zat korosif atau pembedahan sendiri harus dihindari, karena dapat merusak fungsi seksual secara permanen. Pengangkatan sebaiknya hanya dilakukan oleh dokter yang menggunakan teknik medis yang telah terbukti.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29318846 (2026-06-06T06:37:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.