Mirabegron
Mirabegron adalah obat yang digunakan untuk mengobati kandung kemih yang terlalu aktif. Manfaatnya mirip dengan obat antimuskarinik seperti solifenasin atau tolterodin. Obat ini digunakan dengan cara diminum.
Efek samping yang umum termasuk tekanan darah tinggi, sakit kepala, dan infeksi saluran kemih. Efek samping signifikan lainnya termasuk retensi urin, denyut jantung tidak teratur, dan angioedema. Obat ini bekerja dengan mengaktifkan reseptor adrenergik β3 di kandung kemih, sehingga menyebabkan relaksasi.
Mirabegron adalah agonis beta-3 pertama yang tersedia secara klinis dengan persetujuan untuk digunakan pada orang dewasa dengan kandung kemih yang terlalu aktif. Mirabegron disetujui untuk penggunaan medis di Amerika Serikat dan Uni Eropa pada tahun 2012. Obat ini tersedia sebagai obat generik.
Di Britania Raya, obat ini kurang diminati dibandingkan obat antimuskarinik seperti oksibutinin.
Kegunaan dalam medis
Mirabegron digunakan dalam pengobatan kandung kemih yang terlalu aktif. Obat ini bekerja sama baiknya dengan obat antimuskarinik seperti solifenasin atau tolterodin. Di Britania Raya, obat ini kurang disukai dibandingkan obat-obatan tersebut.
Mirabegron juga diindikasikan untuk mengobati overaktivitas detrusor neurogenik (NDO), disfungsi kandung kemih yang berhubungan dengan gangguan neurologis pada anak-anak berusia tiga tahun ke atas.
Efek samping
Efek samping berdasarkan insidensi:
Sangat umum (>10% insidensi)
Umum (1–10% insidensi)
- Mulut kering
- Nasofaringitis
- Infeksi saluran kemih (ISK)
- Sakit kepala
- Influenza
- Konstipasi
- Pusing
- Nyeri sendi
- Nyeri punggung
- Infeksi saluran napas atas (ISPA)
- Sinusitis
- Diare
- Denyut jantung tinggi
- Kelelahan
- Nyeri perut
- Neoplasma
Jarang (<1% insidensi)
- Palpitasi
- Penglihatan kabur
- Glaukoma
- Dispepsia
- Gastritis
- Distensi abdomen
- Rhinitis
- Peningkatan enzim hati (GGTP, AST, ALT, dan LDH)
- Gangguan ginjal dan saluran kemih (misalnya, nefrolitiasis, nyeri kandung kemih)
- Gangguan sistem reproduksi (misalnya, pruritus vulvovaginal, infeksi vagina)
- Gangguan kulit dan jaringan subkutan (misalnya, urtikaria, vaskulitis leukositoklastik, ruam, pruritus, purpura, edema bibir)
- Sindrom Stevens-Johnson yang dikaitkan dengan peningkatan serum ALT, AST, dan bilirubin
- Retensi urin
Penelitian
Sebagai agonis adrenergik beta-3 selektif, mirabegron tidak menyebabkan efek samping kardiovaskular seperti agonis adrenergik lain yang aktif pada reseptor adrenergik beta-1 dan beta-2. Agonis adrenergik beta-3 mengaktifkan jaringan adiposa cokelat (BAT) dan meningkatkan pengeluaran energi, sehingga menimbulkan minat penelitian dalam pengembangannya sebagai obat penurun berat badan. Kombinasi mirabegron dengan metformin dipelajari pada mencit dan menyebabkan penurunan berat badan yang lebih besar daripada salah satu obat saja. Sebuah studi manusia pada individu yang mengalami obesitas menemukan peningkatan sensitivitas insulin tetapi tidak ada perubahan berat badan yang signifikan, yang diduga disebabkan oleh rendahnya kadar BAT pada manusia yang mengalami obesitas dan/atau dosis rendah mirabegron yang digunakan dalam penelitian tersebut.
Referensi
Bacaan lebih lanjut
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28757149 (2025-12-30T06:58:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.