Mekobalamin
Metilkobalamin (disebut juga dengan mekobalamin, MeCbl, atau MeB12) adalah sebuah kobalamin, yakni suatu bentuk vitamin B12. Metilkobalamin berbeda dari sianokobalamin karena gugus siano pada kobalt diganti dengan gugus metil. Metilkobalamin memiliki pusat kobalt(III) oktahedral dan dapat diperoleh sebagai kristal merah terang. Dari perspektif kimia koordinasi, metilkobalamin terkenal sebagai contoh langka senyawa yang mengandung ikatan logam-alkil. Zat antara nikel-metil telah diusulkan untuk langkah terakhir metanogenesis.
Metilkobalamin secara fisiologis setara dengan vitamin B12, dan dapat digunakan untuk mencegah atau mengobati patologi yang timbul akibat kekurangan asupan vitamin B12 (defisiensi vitamin B12).
Metilkobalamin juga digunakan dalam pengobatan neuropati perifer, neuropati diabetik, dan sebagai pengobatan awal untuk sklerosis lateral amiotrofik.
Metilkobalamin yang tertelan tidak digunakan secara langsung sebagai kofaktor, namun diubah terlebih dahulu oleh MMACHC menjadi kob(II)alamin. Kob(II)alamin kemudian diubah menjadi dua bentuk lainnya, adenosilkobalamin dan metilkobalamin untuk digunakan sebagai kofaktor. Artinya, metilkobalamin mula-mula didealkilasi dan kemudian diregenerasi.
Menurut salah satu penulis, metilkobalamin penting untuk mengobati kekurangan vitamin B12 dengan hidroksokobalamin atau sianokobalamin atau kombinasi adenosilkobalamin dan metilkobalamin, dan bukan hanya metilkobalamin saja.
Pembuatan
Metilkobalamin dapat dibuat di laboratorium dengan mereduksi sianokobalamin dengan natrium borohidrida dalam larutan basa, diikuti dengan penambahan iodometana.
Kegunaan
Vitamer ini bersama dengan adenosilkobalamin, adalah salah satu dari dua koenzim aktif yang digunakan oleh enzim yang bergantung pada vitamin B12 dan merupakan bentuk vitamin B12 spesifik yang digunakan oleh 5-metiltetraidrofolat-homosistein metiltransferase (MTR), yang juga dikenal dengan metionin sintase.
Metilkobalamin berpartisipasi dalam jalur Wood-Ljungdahl, yang merupakan jalur di mana beberapa organisme memanfaatkan karbon dioksida sebagai sumber senyawa organik. Dalam jalur ini, metilkobalamin menyediakan gugus metil yang berpasangan dengan karbon monoksida (berasal dari karbon dioksida) untuk menghasilkan asetil-KoA. Asetil-KoA merupakan turunan asam asetat yang diubah menjadi molekul yang lebih kompleks sesuai kebutuhan organisme.
Metilkobalamin diproduksi oleh beberapa bakteri. Metilkobalamin memainkan peran penting dalam lingkungan, yang bertanggung jawab atas biometilasi logam berat tertentu. Misalnya, metilraksa yang sangat beracun dihasilkan oleh aksi metilkobalamin. Dalam peran ini, metilkobalamin berfungsi sebagai sumber "CH3+".
Kurangnya kobalamin dapat menyebabkan anemia megaloblastik dan degenerasi gabungan subakut pada sumsum tulang belakang.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29569862 (2026-08-13T05:50:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.