Lompat ke isi

Bisoprolol

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 7 September 2026 17.25 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28968720; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Bisoprolol, adalah obat yang digunakan terutama untuk penyakit jantung. Hal Ini secara khusus mencakup tekanan darah tinggi, angina pektoris, dan gagal jantung.

Efek samping yang umum termasuk sakit kepala, rasa lelah, diare, dan edema di kaki. Efek samping yang lebih berat antara lain seperti memburuknya asma, penurunan kemampuan untuk mendeteksi rendahnya kadar gula darah, dan memburuknya gagal jantung. Ada kekhawatiran bahwa penggunaan selama kehamilan dapat berbahaya bagi bayi. Bisoprolol merupakan obat golongan penghambat reseptor beta dan selektif pada reseptor β1.

Bisoprolol telah dipatenkan pada tahun 1976 dan telah disetujui untuk penggunaan medis pada tahun 1986. Obat ini termasuk ke dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia. Bisoprolol tersedia sebagai obat generik.

Penggunaan medis

Bisoprolol bermanfaat dalam pengobatan untuk tekanan darah tinggi (hipertensi), berkurangnya aliran darah ke jantung (iskemia jantung); gagal jantung kongestif, dan sebagai terapi pencegahan sebelum serangan jantung maupun terapi primer setelah serangan jantung, untuk mengurangi kemungkinan kekambuhan. Pada iskemia jantung, obat ini digunakan untuk mengurangi aktivitas otot jantung, sehingga mengurangi permintaan oksigen dan nutrisi.

Efek samping

Overdosis bisoprolol menyebabkan kelelahan, hipotensi, gula darah rendah, spasme bronkus, dan bradikardia. Spasme bronkus dan gula darah rendah karena pada dosis tinggi obat ini dapat menjadi antagonis reseptor β2 adrenergik yang terletak di paru-paru dan hati. Bronkospasme disebabkan oleh penyumbatan di paru-paru dan gula darah rendah diakibatkan oleh penurunan stimulasi glikogenolisis dan glukoneogenesis di hati melalui reseptor β2.

Perhatian

Beta-bloker umumnya harus dihindari pada orang dengan riwayat asma atau bronkospasme karena dapat membuat penyakit lebih buruk.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28968720 (2026-02-16T15:28:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.