Lompat ke isi

Prunus africana

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 7 September 2026 17.34 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29670526; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

(; kitamiang merah) adalah pohon cemara (konifer) asli dari daerah pegunungan sub-Sahara Afrika dan kepulauan Madagaskar, Sao Tome, Fernando Po, dan Grande Comore tumbuh pada ketinggian sekitar di atas permukaan laut. Pohon dewasa dapat tumbuh setinggi , cabangnya terbuka melebar, dan sering kali menjumbai jika tumbuh di hutan, di daerah padang rumput akan tumbuh lebih pendek dan tajuknya berukuran sekitar . Tumbuhan ini memerlukan iklim yang lembap untuk tumbuh dengan baik, dengan curah hujan pertahun, dan cukup tahan terhadap suhu mendekati titik beku.

Kulitnya berwarna hitam sampai coklat, bergelombang atau pecah-pecah, dan bersisik, pecahan kulitnya membentuk struktur persegi panjang yang unik. Daunnya alternatif, sederhana, panjangnya , oval, permukaanya halus, dan pada bagian atas berwarna hijau gelap, hijau pucat pada bagian bawah, dengan bagian tepi sedikit bergerigi. Sebuah vena sentral membuat lekukan di bagian atas, dan menonjol pada bagian bawah daun. Prunus africana memiliki petiola sepanjang dan berwarna merah atau merah muda. Bunganya androgini, memiliki 10-20 benang sari, penyerbukanya dibantu serangga, , berwarna hijau keputihan, dan tersebar di aksila sepanjang . Tanaman ini berbunga pada bulan Oktober sampai Mei. Buahnya berwarna merah sampai coklat, , lebih melebar daripada panjang keseluruhan, berkeping dua, dengan biji pada setiap lobus. Buahnya Tumbuh di tandan pematangan pada bualn September sampai November, beberapa bulan setelah penyerbukan.

Ekologi

Seperti anggota lain dari genus Prunus, Prunus africana menghasilkan nektar ekstrafloral yang mengandung zat antiherbivora serangga dengan sumber nutrisi imbalan untuk melindungi dedaunan.

Buahnya terlalu pahit untuk dimakan manusia; bagaimanpun, buah ini merupakan suplai makanan favorit bagi banyak hewan, yang kemudian menyebarkan bijinya. Dian Fossey melaporkan di buku berjudul mountain gorilla: " Di lereng barat laut Visoke terdapat beberapa gerombol Pygeum africanum .... Buah dari pohon ini sangat disukai oleh gorila." Ahli Mamalia afrika timur menyebutkan bahwa keberadaan Pygeum merupakan salah satu indikasi keberadaan tupai Pegunungan Carruther yang sudah sangat langka," tipe hutan ini cenderung memiliki kanopi yang agak rusak dengan banyak pohon di tebas pendaki dan semak kusut yang padat."
Sekarang dilindungi dalam appendiks II dari CITES dan di Afrika selatan dibawah "National Forest Act (Act 84) of 1998".

Referensi

Pranala luar

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29670526 (2026-08-30T12:22:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.