Lompat ke isi

Pandemi Covid-19 di Bali

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 7 September 2026 17.42 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 20759950; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Dari 4.557 kasus pandemi COVID-19 di Indonesia hingga 13 April, 86 kasus di antaranya berasal dari Bali. 19 kasus di antaranya sembuh, sementara 2 kasus lainnya meninggal.

Garis waktu

  • 11 Maret
    • Kasus meninggal pertama.
  • 20 Maret
    • Tambahan 3 kasus.
  • 21 Maret
    • Kasus meninggal terkini.
  • 23 Maret
    • Tambahan 3 kasus.
  • 25 Maret
    • Tambahan 3 kasus.
  • 29 Maret
    • Tambahan 1 kasus.
  • 30 Maret
    • Tambahan 9 kasus.
  • 1 April
    • Tambahan 6 kasus.
  • 3 April
    • Tambahan 2 kasus.
  • 4 April
    • Tambahan 5 kasus.
  • 5 April
    • Tambahan 3 kasus.
  • 6 April
    • Tambahan 7 kasus.
  • 8 April
    • Tambahan 6 kasus.
  • 9 April
    • Tambahan 14 kasus.
  • 10 April
    • Tambahan 12 kasus.
  • 11 April
    • Tambahan 4 kasus.
  • 12 April
    • Tambahan 2 kasus.
  • 13 April
    • Tambahan 5 kasus.
  • 22 April
    • Tambahan 5 kasus. Total 150 kasus, 42 sembuh, 3 meninggal.
  • 23 April
    • Tambahan 2 kasus. Total 152 kasus positif, 47 sembuh, 4 meninggal, 101 kasus aktif.

Klaster

Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli dan di Lingkungan Padangkerta, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem diminta oleh Gubernur Bali I Wayan Koster untuk melakukan isolasi diri setelah tes cepat terhadap 443 warga desa Abuan menunjukkan hasil reaktif.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 20759950 (2022-02-27T10:29:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.