Siklopiroks
Siklopiroks adalah obat yang digunakan untuk pengobatan onikomikosis sedang pada kuku tangan dan kaki, dan untuk pengobatan dermatitis seboroik.
Kegunaan medis
Siklopiroks diindikasikan sebagai pengobatan topikal pada orang yang imunokompeten dengan onikomikosis ringan hingga sedang pada kuku jari tangan dan kaki tanpa keterlibatan lunula, akibat Trichophyton rubrum,; dan untuk pengobatan dermatitis seboroik.
Infeksi kuku
Selain formulasi lain, siklopiroks digunakan dalam cat kuku untuk pengobatan topikal onikomikosis (infeksi akibat jamur kuku). Sebuah metaanalisis dari enam uji coba infeksi kuku yang tersedia pada tahun 2009 menyimpulkan bahwa uji coba tersebut memberikan bukti bahwa siklopiroks topikal memiliki tingkat penyembuhan yang buruk, dan bahwa amorolfina mungkin jauh lebih efektif, tetapi diperlukan penelitian lebih lanjut. "Menggabungkan data dari 2 uji coba siklopiroksolamina versus plasebo menemukan tingkat kegagalan pengobatan sebesar 61% dan 64% untuk siklopiroksolamina. Hasil ini terjadi setelah waktu pengobatan yang lama (48 minggu), dan ini menjadikan siklopiroksolamina pilihan yang buruk untuk infeksi kuku. Hasil yang lebih baik diamati dengan penggunaan pernis amorolfina; tingkat kegagalan pengobatan sebesar 6% ditemukan setelah 1 bulan pengobatan, tetapi data ini dikumpulkan pada sampel orang yang sangat kecil dan tingkat keberhasilan yang tinggi ini mungkin tidak dapat diandalkan."
Efinakonazol, suatu antijamur azola, menghasilkan tingkat penyembuhan dua atau tiga kali lebih baik daripada pengobatan topikal terbaik berikutnya, yakni mwnggunakan siklopiroks.
Farmakologi
Farmakodinamik
Berbeda dengan azola dan obat antijamur lainnya, mekanisme kerja siklopiroks masih belum dipahami dengan baik. Namun, hilangnya fungsi enzim katalase dan peroksidase tertentu telah dikaitkan sebagai mekanisme aksi, serta berbagai komponen metabolisme seluler lainnya. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan untuk menjelaskan lebih lanjut mekanisme siklopiroks, beberapa mutan Saccharomyces cerevisiae disaring dan diuji. Hasil dari interpretasi efek pengobatan dan mutasi obat menunjukkan bahwa siklopiroks dapat memberikan efeknya dengan mengganggu perbaikan DNA, sinyal dan struktur pembelahan sel (spindel mitosis) serta beberapa elemen transportasi intraseluler.
Masyarakat dan budaya
Merek
Obat ini dijual dengan banyak nama merek di seluruh dunia.
Penelitian
Pada tahun 2007, obat ini diteliti sebagai pengobatan alternatif untuk ketokonazol untuk dermatitis seboroik karena obat ini menghambat pertumbuhan khamir Malassezia furfur. Hasil awal menunjukkan kemanjuran yang serupa dengan ketokonazol dengan peningkatan relatif dalam penyembuhan gejala subjektif karena sifat antiinflamasinya.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28078203 (2025-10-17T18:17:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.