Lompat ke isi

Areola

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 7 September 2026 17.49 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29002909; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Areola pada manusia (areola mammae, atau ) merupakan area berpigmen pada payudara yang mengelilingi puting. Secara lebih umum, areola didefinisikan sebagai area sirkular kecil pada tubuh dengan histologi yang berbeda dari jaringan di sekitarnya, atau area sirkular kecil lainnya seperti wilayah kulit yang mengalami inflamasi.

Puting wanita dewasa memiliki beberapa lubang kecil yang tersusun secara radial di ujung saluran laktiferus, tempat air susu dikeluarkan selama masa laktasi. Lubang-lubang kecil lainnya pada areola merupakan kelenjar sebasea, yang juga dikenal sebagai kelenjar areola.

Rona Warna

Warna areola bervariasi dari merah muda, merah, cokelat, hingga cokelat tua atau hampir hitam. Secara umum, areola cenderung lebih pucat pada individu dengan warna kulit terang dan lebih gelap pada individu dengan warna kulit gelap. Perbedaan warna ini diduga bertujuan untuk membuat area puting lebih kontras dan mudah terlihat oleh bayi.

Hiperpigmentasi terjadi pada sebagian besar wanita selama tahap kedua kehamilan, yang menyebabkan rona warna areola menjadi lebih gelap untuk sementara waktu.

Ukuran dan Bentuk

Ukuran serta bentuk areola dan puting sangatlah bervariasi; areola pada wanita biasanya lebih besar dibandingkan pada pria dan anak perempuan masa prapubertas. Areola manusia umumnya berbentuk bulat, tetapi banyak wanita memiliki areola besar yang tampak jelas berbentuk elips.

Rata-rata diameter areola pria adalah sekitar . Wanita yang telah matang secara seksual memiliki rata-rata , tetapi ukurannya dapat melampaui . Wanita yang sedang menyusui dan wanita dengan payudara yang sangat besar mungkin memiliki areola yang lebih lebar lagi. Fungsi dari dermis khusus pada areola adalah untuk melindungi kulit payudara dari keausan, pecah-pecah, dan iritasi. Bayi terkadang dapat menyebabkan trauma pada puting dan areola saat melakukan pelekatan.

Berdasarkan skala Tanner dalam perkembangan fisik wanita, areola membesar selama tahap 3, namun belum menunjukkan pemisahan kontur. Selama tahap 4, areola dan papila menonjol di atas permukaan payudara dan membentuk gundukan sekunder. Pada tahap 5, payudara telah berkembang sepenuhnya. Hal ini menyebabkan areola kembali menyatu dengan kontur payudara, sementara papila tetap menonjol sedikit di atas payudara.

Kehamilan dapat memicu pembesaran jaringan areola serta kelenjar atau tuberkel Montgomery.

Mekanoreseptor

Aktivitas menyusui oleh bayi menstimulasi mekanoreseptor yang beradaptasi secara lambat dan cepat, yang tersebar padat di sekitar wilayah areola.

Penyakit

Penyakit Paget pada payudara merupakan kondisi ganas yang secara fisik mungkin tampak seperti eksim, dengan perubahan kulit yang melibatkan areola dan puting.

Lihat pula

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29002909 (2026-03-02T00:10:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.