Lompat ke isi

Kelenjar anal

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 7 September 2026 17.56 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29462227; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Kelenjar anal atau kantong anal adalah kelenjar kecil yang terletak di dekat anus pada banyak mamalia. Kelenjar ini terletak di antara otot sfingter ani eksternus dan otot sfingter ani internus. Pada mamalia non-manusia, sekresi kelenjar anal sebagian besar mengandung senyawa organik volatil dengan aroma yang kuat, sehingga secara fungsional terlibat dalam komunikasi. Bergantung pada spesiesnya, kelenjar ini mungkin terlibat dalam penandaan wilayah, identifikasi individu, dan pemberian sinyal seksual, serta pertahanan (seperti pada sigung). Fungsinya pada manusia masih belum jelas.

Kelenjar sebasea di dalam lapisannya menyekresikan cairan yang digunakan untuk identifikasi antaranggota dalam satu spesies. Kantong-kantong ini ditemukan pada banyak spesies karnivora, termasuk serigala abu-abu, beruang, berang-berang laut dan kinkajou.

Anatomi

Kelenjar anal manusia terletak di dalam dinding saluran anal dan terhubung dengan lumen saluran tersebut melalui duktus yang bermuara di katup anal, tepat di proksimal garis pektinat. Manusia rata-rata memiliki 12 kelenjar anal (yang terdistribusi secara merata di sekeliling lingkaran saluran anal). Kelenjar-kelenjar ini terletak pada kedalaman yang bervariasi di dinding saluran anal; beberapa di antaranya berada di antara lapisan sfingter internal dan eksternal (bidang intersfingterik).

Fungsi

Pada manusia, kelenjar ini menyekresikan musin (yang komposisinya berbeda dari musin yang disekresikan oleh mukosa rektum). Fungsinya masih belum jelas.

Signifikansi klinis

Kelenjar anal adalah penyebab paling umum dari fistula ani. Fistula yang besar menghadirkan tantangan bedah karena reseksi pada bagian otot sfingter anal yang lebih besar dapat menyebabkan inkontinensia ani. Teori kriptoglandular menyatakan bahwa obstruksi pada , kemungkinan besar akibat akumulasi material asing (misalnya sumbatan bakteri feses) di dalam kripta, dapat menyebabkan pembentukan abses perianal dan pembentukan fistula.

Masuknya bakteri ke dalam lumen kelenjar dapat menyebabkan infeksi (yang kemudian dapat menyebar), dan peradangan dapat menghambat drainase kelenjar.

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29462227 (2026-07-15T14:58:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.