Lompat ke isi

Niosom

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 7 September 2026 22.17 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28352169; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Niosom adalah vesikel yang terdiri dari surfaktan non-ionik, yang mengandung kolesterol sebagai eksipien. Niosom digunakan untuk penghantaran obat ke tempat tertentu untuk mencapai efek terapeutik yang diinginkan. Secara struktural, niosom mirip dengan liposom karena keduanya terdiri dari lapisan ganda lipid. Namun, niosom lebih stabil daripada liposom selama proses pembentukan dan penyimpanan. Niosom memerangkap obat hidrofilik dan lipofilik, baik dalam kompartemen berair (untuk obat hidrofilik) atau dalam kompartemen membran vesikular yang terdiri dari bahan lipid (untuk obat lipofilik).

Struktur

Niosom adalah struktur lamelar mikroskopis yang dibentuk oleh surfaktan non-ionik dan kolesterol. Niosom memiliki struktur ganda, dengan ujung hidrofilik menghadap ke luar dan ujung hidrofobik menghadap ke dalam. Struktur uniknya menjadikannya ideal untuk beragam aplikasi, terutama dalam sistem penghantaran obat. Niosom unggul dalam mengenkapsulasi obat hidrofilik dan hidrofobik, meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas obat. Niosom dapat beradaptasi untuk pelepasan obat yang disesuaikan dan telah menarik minat di bidang farmasi, kosmetik, dan pertanian karena biokompatibilitas dan sifatnya yang serbaguna.

Metode preparasi

Berbagai metode yang digunakan untuk menyiapkan liposom juga cocok untuk persiapan niosom, seperti metode injeksi eter, metode "jabat tangan", metode penguapan fase terbalik, metode gradien pH transmembran, metode "gelembung", metode mikrofluidisasi, pembentukan dari proteasom, metode hidrasi film tipis, metode pemanasan, metode pembekuan dan pencairan, dan metode dehidrasi-rehidrasi.

Kegunaan

Niosom digunakan sebagai senyawa penghantar obat yang dapat terurai secara hayati dan non-imunogenik, karena memiliki risiko toksisitas rendah dalam sistem biologis. Niosom juga dapat digunakan untuk menjebak obat-obatan hidrofilik dalam kompartemen berair atau obat-obatan lipofilik ke dalam membran bilayer vesikular. Niosom melindungi molekul obat dari lingkungan biologis, yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja terapeutik berbagai molekul obat. Selain itu, niosom dapat digunakan dalam sistem penghantaran obat berkelanjutan untuk memengaruhi sel target secara lebih langsung dan menunda pembersihan dari sirkulasi. Niosom digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk pengiriman gen, penargetan obat, pengobatan antineoplastik, penghantaran obat peptida, pembawa hemoglobin, sistem penghantaran obat transdermal, dan kosmetik. Mereka juga sedang dipelajari untuk potensi penggunaannya sebagai pengobatan untuk berbagai bentuk leismaniasis.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28352169 (2025-11-06T02:15:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.