Imunoglobulin rabies
Imunoglobulin rabies adalah obat yang terbuat dari antibodi untuk melawan virus rabies. Obat ini digunakan untuk mencegah rabies setelah terpapar, contohnya setelah digigit anjing atau kelelawar yang terinfeksi. Obat ini diberikan setelah luka sudah dibersihkan dengan sabun dan air atau iodin povidon dan kemudian diikuti oleh pemberian vaksin rabies. Imunoglobulin rabies disuntik di tempat luka ke dalam otot. Obat ini tidak dibutuhkan untuk mereka yang sudah pernah disuntik vaksin rabies.
Efek samping yang paling sering muncul adalah rasa sakit di tempat penyuntikan, demam, dan sakit kepala. Reaksi alergi yang parah (seperti anafilaksis) jarang-jarang terjadi. Bila diberikan saat hamil, obat ini tidak akan membahayakan bayi. Obat ini bekerja dengan mengikat virus rabies sebelum dapat masuk ke dalam jaringan saraf. Setelah virus masuk ke dalam sistem saraf pusat, imunoglobulin rabies tidak lagi berguna.
Imunoglobulin rabies pertama kali digunakan dalam bentuk serum darah yang berasal dari tahun 1891. Imunoglobulin rabies mulai sering digunakan di bidang kedokteran pada tahun 1950-an. Obat ini masuk ke dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia. Imunoglobulin rabies mahal harganya dan sulit didapat di negara-negara berkembang. Di Amerika Serikat, harganya bisa mencapai 1.000 dolar Amerika per dosis. Imunoglobulin rabies dibuat dari plasma darah manusia atau kuda yang memiliki kadar antibodi yang tinggi di dalam tubuh mereka. Versi kuda tidak semahal versi manusia, tetapi efek samping lebih sering muncul.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 24797359 (2023-11-19T07:22:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.