Lompat ke isi

RTS,S

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 7 September 2026 22.24 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 20864986; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

RTS,S/AS01 (nama dagang Mosquirix) adalah vaksin malaria berbasis protein rekombinan. Pada Oktober 2021, vaksin ini disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk "digunakan secara luas" pada anak-anak sehingga menjadikannya kandidat vaksin malaria pertama, sekaligus vaksin pertama bagi infeksi parasit, yang menerima rekomendasi ini.

Vaksin RTS,S dibuat pada akhir dasawarsa 1980-an oleh para ilmuwan yang bekerja di laboratorium SmithKline Beecham Biologicals (sekarang menjadi GlaxoSmithKline Vaccines) di Belgia. Vaksin ini dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi antara GSK dan Institut Penelitian Angkatan Darat Walter Reed, dan sebagian didanai oleh Inisiatif Vaksin Malaria PATH dan Yayasan Bill & Melinda Gates. Efikasinya berkisar antara 26 hingga 50% pada bayi dan anak kecil.

Pada Juli 2015, vaksin RTS,S disetujui penggunaannya oleh regulator Eropa, dan menjadi vaksin malaria berlisensi pertama di dunia sekaligus vaksin pertama yang dilisensikan untuk mengatasi penyakit parasitik pada manusia. Pada 23 Oktober 2015, Kelompok Penasihat Strategis (SAGE) dari WHO dan Komite Penasihat Kebijakan Malaria (MPAC) bersama-sama merekomendasikan implementasi percontohan vaksin ini di Afrika. Proyek percontohan vaksinasi ini diluncurkan pada 23 April 2019 di Malawi, pada 30 April 2019 di Ghana, dan pada 13 September 2019 di Kenya.

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 20864986 (2022-03-19T21:46:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.