Lompat ke isi

Kehamilan tidak direncanakan

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 7 September 2026 22.29 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29192418; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Kehamilan tidak direncanakan atau kehamilan tidak diinginkan sering disingkat sebagai KTD adalah kehamilan seseorang atau pasangan yang tidak ingin hamil sama sekali, tidak direncanakan, atau sebenarnya ingin hamil. Namun, kehamilannya bukan saat yang tepat. Kehamilan yang tidak tepat waktu terjadi ketika seorang wanita ingin mempunyai anak di kemudian hari, tetapi kehamilannya terjadi lebih awal dari yang direncanakan. Kehamilan yang benar-benar tidak diinginkan adalah ketika seorang wanita yang sudah memiliki anak dan tidak ingin hamil lagi. KTD dapat terjadi pada pasangan yang belum ingin mempunyai anak atau pada pasangan yang sudah mempunyai banyak anak. Selain itu, KTD juga sering terjadi pada korban pemerkosaan, terlepas dari status korbannya lajang atau sudah menikah.

Perempuan yang mengalami KTD dapat mengambil keputusan tindakan terhadap kehamilannya, misalnya melanjutkan kehamilannya, menggugurkannya dengan sengaja, atau mengalami keguguran setelah memutuskan tetap melanjutkan kehamilannya. KTD dapat menjadi indikator peningkatan risiko untuk beberapa kelahiran yang buruk seperti kelahiran prematur, ketuban pecah dini, dan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah.

Epidemiologi

Meningkatnya aktivitas seksual pada remaja yang kurang memiliki pengetahuan tentang kesehatan seksual dan reproduksi berpengaruh terhadap terjadinya KTD. Menurut data Survei Kesehatan dan Demografi Indonesia (SDKI) pada 2012, sebanyak 8% atau 6.835 remaja laki-laki dan 0,7% atau 6.018 remaja perempuan berusia 15 hingga 24 tahun melakukan hubungan seks pranikah.

Pada 2012, 11 hingga 14% dari angka kematian ibu di Indonesia (359 per 100.000 kelahiran hidup) disebabkan oleh aborsi yang tidak aman. Artinya ada sekitar 43 ̶55 wanita yang meninggal per 100.000 kelahiran hidup karena aborsi yang tidak aman, di mana aborsi dilakukan karena kehamilan tersebut tidak diinginkan. KTD mempunyai konsekuensi terhadap ibu, anak, dan kehidupan bermasyarakat sehingga memengaruhi kesehatan mental dan fisik ibu dan anak.

Penyebab

Kehamilan tidak diinginkan dapat disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya psikis perempuan yang belum siap untuk mengalami kehamilan, kegagalan alat konstrasepsi, serta tidak diberikannya hak informasi dan pendidikan seksual pada remaja.

Pencegahan

Pencegahan kehamilan tidak direncanakan melibatkan berbagai upaya, termasuk penyediaan layanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana yang aksesibel, serta peningkatan akses terhadap kontrasepsi yang aman dan efektif. Akses terhadap kontrasepsi memungkinkan individu menunda kehamilan, mengatur jarak kelahiran, dan mengurangi risiko kesehatan ibu.

Edukasi dan konseling mengenai penggunaan kontrasepsi yang tepat juga berperan dalam meningkatkan kepatuhan penggunaan dan mengurangi kegagalan kontrasepsi. Selain itu, pendidikan seksual komprehensif, terutama bagi remaja, dapat meningkatkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan membantu mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

Penggunaan kontrasepsi darurat setelah hubungan seksual tanpa perlindungan diketahui dapat secara signifikan menurunkan angka kehamilan tidak direncanakan.

Dampak

Kematian maternal

Di negara-negara dengan larangan aborsi ekstrem, seperti El Salvador, Honduras, Nikaragua, Republik Dominika, Madagaskar dan Filipina memaksa wanita yang mempunyai kehamilan tidak diinginkan untuk bunuh diri dan berkontribusi kepada kematian maternal.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29192418 (2026-05-04T06:43:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.