Lompat ke isi

Ribavirin

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 7 September 2026 22.30 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26026430; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Ribavirin, juga disebut tribavirin, adalah obat antivirus yang digunakan untuk mengobati infeksi RSV, hepatitis C, dan demam hemoragik. Untuk mengobati hepatitis C, obat ini digunakan bersamaan dengan obat-obatan lainnya, seperti simeprevir, sofosbuvir, peginterferon alfa-2b, atau peginterferon alfa-2a. Sementara itu, demam hemoragik yang dapat ditangani dengan obat ini adalah demam Lassa, demam hemoragik Krimea-Kongo, dan infeksi Hantavirus, tetapi obat ini tidak dapat digunakan untuk mengobati ebola atau penyakit virus Marburg.

Ribavirin dikonsumsi lewat mulut atau dihirup. Efek samping yang dapat muncul adalah rasa lelah, sakit kepala, mual, demam, sakit otot, dan suasana hati yang buruk. Efek samping serius yang dapat terjadi adalah anemia hemolitik, masalah hati, dan reaksi alergi. Obat ini sebaiknya tidak diberikan kepada ibu hamil karena dapat membahayakan bayi. Pengaturan kelahiran secara efektif disarankan untuk laki-laki dan perempuan selama tujuh bulan setelah penggunaan obat ini.

Ribavirin dipatenkan pada tahun 1971 dan penggunaannya secara medis disetujui pada tahun 1986. Obat ini termasuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia. Obat ini tersedia sebagai obat generik. Namun, di Amerika Serikat, harga obat ini dapat melebihi $200.

Catatan kaki

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26026430 (2024-07-13T15:22:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.