Lompat ke isi

Nifuroksazida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 7 September 2026 22.36 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27166118; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Nifuroksazida (INN) adalah antibiotik nitrofuran oral yang dipatenkan sejak tahun 1966 dan digunakan untuk mengobati kolitis dan diare pada manusia dan non-manusia. Obat ini dijual dengan banyak merek dagang di seluruh dunia. Obat ini dijual dalam bentuk kapsul dan juga sebagai suspensi.

Sejarah

Maurice Claude Ernest Carron mematenkan obat ini di Amerika Serikat pada tahun 1966. Paten berikutnya yang dikeluarkan untuk Germano Cagliero dari Marxer S.p.A. menjelaskan penggunaan nifuroksazida sebagai antibiotik yang digunakan untuk mengobati ternak.

Efektivitas pada manusia

Pada tahun 1997, dalam brosur promosi Pantai Gading, GlaxoSmithKline mengklaim bahwa nifuroksazida adalah pengobatan anti-dehidrasi, "menetralkan mikrobakteria" dalam diare, dan memiliki "spektrum yang mencakup sebagian besar mikrobakteria enteropatogenik, Shigella, Escherichia coli, Salmonella, Staphylococcus, Klebsiella, dan Yersinia". Organisasi nirlaba internasional Healthy Skepticism, yang saat itu menggunakan nama lama mereka (Medical Lobby for Appropriate Marketing, disingkat, MaLAM), tidak setuju, dengan menyatakan "Kami belum menemukan bukti ilmiah apa pun untuk mendukung klaim ini".

Penghambatan STAT3

Selain aktivitas antibiotiknya, nifuroksazida telah ditemukan sebagai penghambat kuat STAT-3, dan karenanya telah diusulkan sebagai pengobatan kanker.

Sel induk kanker ALDH1

Aktivitas enzimatik aldehida dehidrogenase (ALDH) 1 yang tinggi merupakan penanda populasi sel induk kanker/sel pemicu tumor pada banyak kanker. Nifuroksazida ditemukan dapat diaktifkan secara biologis oleh enzim ALDH1, dan terbukti secara selektif membunuh sel melanoma ALDH1-High dalam sistem sel manusia eksperimental dan model tikus. ALDH1 diperkaya dalam sampel pasien melanoma setelah pengobatan penghambat BRAF dan MEK, dan telah diusulkan bahwa nifuroksazida mungkin berguna sebagai pengobatan kanker dalam konteks ini.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27166118 (2025-04-20T02:05:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.