Lompat ke isi

Pandemi Covid-19 di Benin

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 7 September 2026 22.41 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28649124; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Pandemi COVID-19 dipastikan telah mencapai Benin pada bulan Maret 2020.

Latar belakang

Pada 12 Januari 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa novel koronavirus adalah penyebab penyakit pernapasan pada sekelompok orang di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, yang dilaporkan WHO pada 31 Desember 2019.

Rasio fatalitas kasus untuk COVID-19 jauh lebih rendah daripada SARS tahun 2003, tetapi transmisi secara signifikan lebih besar, dengan total korban jiwa yang signifikan.

Lini masa

Pada 16 Maret, Kasus pertama COVID-19 di negara itu dikonfirmasi di Porto-Novo, ibukota Benin. Tiga hari kemudian, kasus yang dikonfirmasi kedua dilaporkan. Kota ini kemudian telah menangguhkan berbagai penerbangan internasional dan orang-orang yang datang ke negara itu melalui udara dikarantina di bawah isolasi wajib 14 hari. Selain itu, orang-orang di Benin disarankan untuk memakai masker dan pergi ke luar rumah hanya jika diminta.


Lihat juga

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28649124 (2025-12-01T12:30:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.