Lompat ke isi

Kumbang tahi kerbau

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 7 September 2026 22.42 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29709649; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Kumbang tahi kerbau (genus Aphodius) adalah jenis kumbang yang hidup pada tahi atau kotoran kerbau. Tersebar di daerah tropis dan subtropik. Kumbang tahi kerbau termasuk genus kumbang dalam famili Scarabaeidae. Pada tahap larva, mereka memakan kotoran. Tubuh berwarna coklat sebesar kuku kelingking dan punggungnya cembung. Kaki berbetuk khas sebagai penggali. Serangga-serangga ini banyak di jumpai pada musim hujan. Kumbang dewasa sering tertarik sinar lampu, bertelur pada tumpukan tahi kerbau. Larva berwarna putih. Kepompongnya terbungkus di dalam kokon bulat berwarna hitam, yang terbentuk dari kotoran kerbau. Umumnya tiga ekor larva berkumpul menjadi satu di dalam kokon.

Kumbang tahi dikenal suka menggelindingkan bola-bola terbuat dari kotoran yang berbobot 50 kali lebih berat ketimbang tubuhnya sendiri. Kumbang ini juga gunakan kotoran untuk pendingin tubuh ketika berada di atas bola kotoran miliknya dan sering kali mengusap wajahya. Para peneliti mencurigai ini merupakan perilaku khas bertujuan menyebarkan carian ke kaki serta kepala agar menjadi lebih dingin.

Spesies

Ke-44 spesies berikut telah diakui berada dalam genus Aphodius:



Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29709649 (2026-09-05T07:26:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.