Lompat ke isi

Toksin botulinum

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 7 September 2026 22.54 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29696334; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Toksin botulinum, neurotoksin botulinum, racun botulinum, atau botox adalah protein neurotoksin yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum dan spesies yang terkait. Racun ini menghentikan pelepasan neurotransmiter asetilkolin dari ujung akson di sambungan neuromuskular, sehingga mengakibatkan penyakit botulisme. Racun ini merupakan racun paling mematikan dengan median dosis letal (LD50) sebesar 1,3–2,1 ng/kg jika masuk secara intravena atau intermuskular dan 10–13 ng/kg jika dihirup. Namun demikian, racun ini juga dimanfaatkan dalam bidang kedokteran, kosmetik, dan penelitian.

Terdapat delapan jenis racun botulinum, yaitu tipe A, B, C, D, E, F, G dan H. Tipe A dan B dapat mengakibatkan penyakit pada manusia dan juga dimanfaatkan dalam bidang kedokteran. Tipe C–G lebih jarang ditemui; tipe E dan F dapat mengakibatkan penyakit pada manusia, sementara tipe-tipe lainnya dapat mengakibatkan penyakit pada hewan lain. Tipe H dianggap yang paling mematikan di dunia - penyuntikan 2 nanogram saja akan menewaskan orang dewasa. Racun tipe A dan B digunakan dalam bidang kedokteran untuk mengobati kejang otot dan penyakit yang memiliki gejala otot yang terlalu aktif.

Racun ini dipasarkan dengan merk dagang Botox.

Catatan kaki

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29696334 (2026-09-03T13:46:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.