Tulang kuadrat
Tulang kuadrat adalah tulang tengkorak pada sebagian besar tetrapoda, termasuk amfibi, sauropsida (reptil, burung), dan synapsida purba.
Pada sebagian besar tetrapoda, tulang kuadratus terhubung dengan tulang kuadratojugal dan tulang skuamosa di tengkorak, serta membentuk bagian atas sendi rahang. Rahang bawah berartikulasi pada tulang artikular, yang terletak di ujung belakang rahang bawah. Tulang kuadrat membentuk artikulasi rahang bawah pada semua kelas kecuali mamalia.
Secara evolusioner, tulang ini berasal dari bagian paling belakang rahang atas kartilaginous primitif.
Fungsi pada reptil
Pada beberapa reptil purba, variasi dan stabilitas morfologi tulang kuadrat telah membantu para paleontolog dalam taksonomi tingkat spesies serta identifikasi skuamata mosasaur dan dinosaurus spinosauridae.
Pada beberapa kadal dan dinosaurus, tulang quadrate terhubung pada kedua ujungnya dan dapat bergerak. Pada ular, tulang quadrate telah memanjang dan sangat fleksibel, serta berperan besar dalam kemampuannya menelan mangsa berukuran sangat besar.
Fungsi pada mamalia
Pada mamalia, tulang artikular dan tulang kuadrat telah berpindah ke telinga tengah dan dikenal sebagai malleus dan incus. Bersama dengan stapes, yang homolog dengan beberapa columella pada reptilia dan amfibi, tulang-tulang ini dikenal sebagai osikel dan merupakan ciri khas mamalia.
Perkembangan
Pada embrio babi, rahang bawah mengalami osifikasi di sisi tulang rawan Meckel, sementara bagian posterior kartilago tersebut mengalami osifikasi menjadi incus. Pada tahap perkembangan selanjutnya, bagian ini terlepas dari sisa kartilago dan bermigrasi ke telinga tengah.
Referensi
Pranala luar
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29319316 (2026-06-06T07:02:45Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.