Lompat ke isi

Grok

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 9 September 2026 06.25 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Grok-feb-2025-logo

Grok adalah bot percakapan kecerdasan buatan generatif berbasis percakapan yang dikembangkan oleh xAI, berdasarkan model bahasa besar (LLM). Ini dikembangkan sebagai inisiatif oleh Elon Musk sebagai tanggapan langsung terhadap munculnya ChatGPT OpenAI yang juga didirikan oleh Elon Musk sebelumnya.[1] Bot percakapan ini diiklankan sebagai "memiliki selera humor" dan akses langsung ke X (sebelumnya Twitter).[2][3]

Latar Belakang

Pada tahun 2015, Elon Musk mendirikan organisasi riset AI OpenAI bersama Sam Altman. Musk meninggalkan dewan perusahaan pada tahun 2018, yang awalnya untuk menghindari konflik kepentingan dengan Tesla, tetapi Musk kemudian menegaskan bahwa penyebab ia keluar karena "tidak setuju dengan beberapa hal yang ingin dilakukan oleh tim OpenAI."[4] Pada tahun 2022, OpenAI kemudian meluncurkan ChatGPT dan GPT-4 pada bulan Maret 2023. Pada bulan itu, Elon Musk adalah salah satu orang yang menandatangani petisi dari organiasi nirlaba yang menyerukan jeda enam bulan dalam pengembangan perangkat lunak AI yang lebih kuat dari GPT-4,[5] dengan alasan bahwa AI memiliki risiko bagi umat manusia.[6]

Pada bulan April 2023, Elon Musk mengatakan dalam sebuah wawancara di Tucker Carlson Tonight bahwa ia bermaksud mengembangkan chatbot AI yang disebut "TruthGPT", yang ia gambarkan sebagai "AI pencari kebenaran maksimum yang mencoba memahami sifat alam semesta."[7] Ia menyatakan keprihatinannya pada Carlson bahwa ChatGPT "dilatih untuk menjadi benar secara politis (politically correct)."[8]

TruthGPT kemudian dikenal sebagai "Grok", kata kerja yang diciptakan oleh Robert A. Heinlein dalam novel fiksi ilmiah tahun 1961, Stranger in a Strange Land, untuk menggambarkan suatu bentuk pemahaman.[9]

Peluncuran

Pada bulan November 2023, xAI mulai melakukan pratinjau chatbot berdasarkan model bahasa besar (LLM) untuk pengguna tertentu,[10] dengan partisipasi dalam program akses awal terbatas pada pengguna X berbayar.[11] Diumumkan juga bahwa setelah keluar dari versi beta awal, bot tersebut hanya akan tersedia pada paket tertinggi—dari 3 paket yang tersedia—untuk pengguna berlangganan X Premium+.[12]

Fitur

Media mencirikan chatbot ini sebagai "anti-woke."[13][14] Musk mengatakan tentang organisasi OpenAI pada postingan X-nya, di mana ChatGPT mendesain untuk memiliki lebih banyak filter pada topik-topik sensitif, bahwa "Bahaya melatih AI untuk woke – atau dalam arti lain berbohong – sangat mematikan."[15] Setelah peluncuran chatbot pada Desember 2023 untuk pelanggan Premium+, Grok ditemukan memberikan jawaban yang progresif atas pertanyaan tentang keadilan sosial, perubahan iklim, dan identitas transgender.[16] Setelah seorang peneliti bernama David Rozado mengklaim telah menerapkan tes Kompas Politik pada Grok dan menemukan bahwa responsnya cenderung ke sayap kiri dan libertarian – sedikit lebih banyak daripada ChatGPT – Musk merespons dengan mengatakan bahwa xAI akan mengambil "tindakan segera untuk menggeser Grok lebih dekat ke arah netral secara politik".[17]


Chatbot secara default menggunakan "fun mode", yang memiliki suara "edgy" dan editorial, tetapi dapat diatur ke "regular mode".[18] The Verge membandingkan respons fun mode Grok dengan permainan Cards Against Humanity, dan mencatat bahwa meskipun chatbot dapat bernada agresif, ia tidak pernah agresif kepada pengguna.[19] Majalah Vice menemukan bahwa fun mode Grok menghasilkan respons "kedua belah pihak" ketika ditanya tentang pembantahan teori konspirasi seperti Pizzagate, sedangkan mode regulernya akan mengidentifikasi teori-teori tersebut sebagai teori tidak benar.[20]

Lihat juga

Referensi

  1. Elon Musk has regrets about ChatGPT, saying he's a 'huge idiot' for letting go of OpenAI. Fortune.
  2. Elon Musk Says His New AI Bot ‘Grok’ Will Have Sarcasm and Access to X Information. Wall Street Journal.
  3. Musk says his new AI chatbot has 'a little humour'. BBC News. 5 November 2023.
  4. Sarah Jackson. Elon Musk says he's planning to create a 'maximum truth-seeking AI' that he likes to call 'TruthGPT'. Business Insider. 17 April 2023.
  5. Will Knight. In Sudden Alarm, Tech Doyens Call for a Pause on ChatGPT. 29 Maret 2023.
  6. Intan Rakhmayanti Dewi. Ketakutan! Elon Musk & Ribuan CEO Memohon ke Google-Microsoft. CNBC Indonesia.
  7. Sarah Jackson. Elon Musk says he's planning to create a 'maximum truth-seeking AI' that he likes to call 'TruthGPT'. Business Insider. 17 April 2023.
  8. Elon Musk says he'll create 'TruthGPT' to counter AI 'bias'. The Independent. 18 April 2023.
  9. How Elon Musk's 'spicy' Grok compares to 'woke' ChatGPT. The Independent. 7 November 2023.
  10. Rebecca Picciotto. Elon Musk debuts 'Grok' AI bot to rival ChatGPT, others. CNBC. 5 November 2023.
  11. xAI Grok. grok.x.ai.
  12. Elon Musk unveils new sarcasm-loving AI chatbot for premium X subscribers. The Independent. 6 November 2023.
  13. Elon Musk Unveils 'Grok' AI Chatbot As Alternative To 'Woke' Rivals Like ChatGPT. Yahoo News. 6 November 2023.
  14. Enter 'Grok,' Elon Musk's Anti-Woke Chatbot. Gizmodo. 6 November 2023.
  15. How Elon Musk's 'spicy' Grok compares to 'woke' ChatGPT. The Independent. 7 November 2023.
  16. Paul Tassi. Elon Musk’s Grok Twitter AI Is Actually ‘Woke,’ Hilarity Ensues. Forbes.
  17. Kelsey Vlamis. Elon Musk vows to change his AI chatbot after it apparently expressed similar left-wing political views as ChatGPT. Business Insider.
  18. Elon Musk's Grok AI Is Pushing Misinformation and Legitimizing Conspiracies. Vice. 8 Desember 2023.
  19. Why is Elon Musk's Grok chatbot so unfunny. theverge. 8 Desember 2023.
  20. Elon Musk's Grok AI Is Pushing Misinformation and Legitimizing Conspiracies. Vice. 8 Desember 2023.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29320599 (2026-06-06T08:46:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.