Lompat ke isi

Farsakh

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 9 September 2026 06.35 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Farsakh[1] (dari bahasa Arab: فَرْسَخٌ farsakh) atau persangga[2] (;[3] rekonstruksi )[4] adalah satuan jarak yang digunakan oleh bangsa penutur bahasa Iran, yang panjangnya beragam sesuai dengan medan dan kecepatan perjalanan. Padanan dalam dunia Eropa adalah legua. Dalam istilah modern jaraknya sekitar .

Penggunaan

Farsakh awalnya mungkin hanya sebagian kecil dari jarak yang bisa ditempuh oleh seorang prajurit infanteri dalam beberapa masa waktu yang telah ditentukan. Herodotos pada pertengahan abad ke-5 SM (v.53) menulis tentang [seorang tentara] ang melakukan perjalanan setara dengan lima farsakh per hari.

Satuan ini juga digunakan di sebagian besar Timur Tengah, tetapi asal-usul istilah tersebut tidak terlalu jelas (hanya terbukti pada dua bahasa Iran secara tertulis). Tidak ada kesepakatan sehubungan dengan etimologi atau arti harfiahnya. Selain kemunculannya, dalam berbagai bentuk dalam bahasa-bahasa Iran Pertengahan selanjutnya (yaitu frasang dalam Persia Pertengahan atau fasukh dalam Sogdi), istilah ini juga muncul dalam bahasa-bahasa non-Iran, seperti parasangēs () dalam Yunani Kuno, ' dalam Latin, parasa () dalam Ibrani, hrasakh () dalam Armenia, parsakhi dalam Georgia, parsḥā () dalam Suryani, ' dalam Turki, dan farsakh () dalam Arab. Dalam bentuk Persia Modern, satuan ini dieja sebagai farsakh (), berbeda dengan farsang () berarti satuan metrik.

Bukti tertulis penggunaan farsakh tertua yang diketahui justru dalam catatan Herodotos abad ke-5 (Histories ii.6, v.53, vi.42), yang mengistilahkan setara dengan 30 stadion, atau setengah skhoinos. Panjang 30 stadion juga ditulis oleh beberapa penulis Yunani dan Romawi selanjutnya (Suidas dan Hesikhios abad ke-10, Xenofon awal abad ke-4 Anab. ii.2.6). Namun, Agathias pada abad ke-6 M(ii.21) yang juga mengacu pada Herodotos dan Xenofon mencatat bahwa pada masanya, orang Persia saat itu menganggap farsakhhanya sepanjang 21 stadion. Strabo (xi.xi.5) juga mencatat bahwa beberapa penulis menganggap sepanjang 60 stadion, yang lain 40, dan yang lain 30. Dalam catatan Stathmoí Parthikoí (), Isidoros dari Kharaks "jelas [menggunakan skhoinos] ukuran yang sama dengan farsakh Arab (sementara di Persia Inti berukuran 4 skh[onii] setara 3 par[asang])."


Mengikuti istilah yang ditetapkan Herodotos dan Xenofon sepanjang 30 stadion, farsakh setara dengan 5,7 kilometer (ukuran Olimpus) atau 5,3 kilometer (ukuran Attika). Namun pada tahun 1920, Kenneth Mason dari Royal Geographical Society Britania Raya menyimpulkan bahwa farsakh yang digunakan dalam catatan perjalanan Babilonia oleh Xenofon setara hanya ). Sebuah pencarian kota Hekatompylos Partia pada pertengahan 1960-an berdasarkan jarak yang ditentukan oleh catatan urutan penaklukan Aleksander Agung pada pertengahan abad ke-4 SM menghasilkan perkiraan empiris sepuluh stadion yang setara dengan 1,609 kilometer, dan satu farsakh setara 4,827 kilometer. Sebuah saran tahun 1985 mengusulkan bahwa satuan farsakh dan stadion Attika ditentukan melalui satuan beru Babilonia, sebuah satuan seksagesimal waktu dan jarak linear yang diturunkan secara astronomis. 1 beru = 60 stadia = 2 farsakh, yang kemudian dapat disimpulkan bahwa farsakh "dinyatakan sebagai 10.800 hasta Babilonia umum, atau 18.000 kaki Attika, keduanya merupakan angka yang tepat". Sebuah penelitian tahun 2010 tentang istilah farsakh di sebuah catatan Xenofon tentang penaklukan oleh Koresh Muda pada akhir abad ke-5 SM melawan Artahsasta II menunjukkan bahwa panjang farsakh yang dicatat oleh Xenofon bervariasi dengan cuaca dan medan yang dilalui tentara. Farsakh lebih panjang saat jalan datar dan kering, tetapi lebih pendek saat perjalanan lebih lambat.


Ginza Rabba, sebuah kitab suci yang ditulis dalam bahasa Manda, biasanya mengukur jarak dalam farsakh.[5]

Referensi

  1. Entri: Farsakh. KBBI V.
  2. Entri: Persangga. KBBI V.
  3. D. N. Mackenzie. A Concise Pahlavi Dictionary. Routledge. 2014-09-25. hlm. 32. ISBN 978-1-136-61396-8.
  4. Walther Hinz. Altiranisches Sprachgut der Nebenüberlieferungen. 1975. hlm. 97.
  5. Carlos Gelbert. Ginza Rba. Living Water Books. 2011. ISBN 9780958034630.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28596496 (2025-11-22T00:48:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.