Joan Feynman
Joan Feynman () adalah seorang astrofisikawan dan fisikawan antariksa Amerika. Ia memberikan kontribusi pada studi partikel dan medan angin surya, hubungan Matahari-Bumi, dan fisika magnetosfer. Secara khusus, Feynman dikenal karena telah mengembangkan pemahaman tentang asal-usul aurora. Ia juga dikenal karena menciptakan model yang memprediksi jumlah partikel berenergi tinggi yang mungkin menabrak wahana antariksa selama masa pakainya, dan karena mengungkap metode untuk memprediksi siklus bintik matahari.[1]
Joan adalah anak yang penuh rasa ingin tahu, dan ia menunjukkan minat untuk memahami dunia alam sejak usia dini. Akan tetapi, ibu dan neneknya melarangnya menekuni sains, karena mereka percaya bahwa otak perempuan secara fisik tidak mampu memahami konsep ilmiah yang rumit seperti halnya otak laki-laki.[2][3][4] Meskipun demikian, saudara laki-lakinya Richard selalu mendorongnya untuk memiliki rasa ingin tahu terhadap alam semesta. Dialah yang pertama kali memperkenalkan Joan muda pada aurora ketika, suatu malam, dia membujuknya keluar dari tempat tidur untuk menyaksikan cahaya utara berkelap-kelip di atas lapangan golf kosong di dekat rumah mereka.[5][6][7] Kemudian, Feynman menemukan kenyamanan dalam buku astronomi yang diberikan kepadanya oleh saudaranya. Ia menjadi yakin bahwa ia sebenarnya dapat mempelajari sains, ketika ia menemukan grafik yang didasarkan pada penelitian astronom Cecilia Payne-Gaposchkin.[8]
Pendidikan
Pada tahun 1948 Feynman mendapatkan gelar sarjana fisika dari Oberlin College.[9] Dia setelahnya Universitas Syracuse, tempat ia mempelajari teori keadaan padat di departemen fisika di bawah bimbingan Melvin Lax.[10] Selama masa kuliahnya, Feynman mengambil cuti setahun untuk tinggal bersama suaminya di Guatemala, di mana mereka mempelajari antropologi masyarakat Maya yang tinggal di sana.[11] Dia adalah rekan penulis, bersama suaminya dan Betty J. Meggers, dari sebuah makalah tahun 1957 tentang antropologi.[12] Feynman akhirnya memperoleh gelar doktor dalam bidang fisika pada tahun 1958.[13][14] Tesisnya membahas tentang "penyerapan radiasi inframerah dalam kristal dengan struktur kisi tipe berlian".[15][16] Ia juga menyelesaikan pekerjaan pascadoktoral di Observatorium Geologi Lamont milik Universitas Columbia.[17]
Karier
Joan Feynman menghabiskan sebagian besar kariernya untuk mempelajari interaksi antara angin surya dan magnetosfer Bumi. Saat bekerja di Pusat Penelitian Ames NASA pada tahun 1971, Feynman menemukan bahwa semburan material surya secara berkala yang dikenal sebagai ejeksi massa koronal (CME) surya dapat diidentifikasi dengan keberadaan helium dalam angin surya.[18] Ini merupakan penemuan penting karena, walaupun CME telah dikenal pada saat itu, tetapi hingga saat itu CME sulit dideteksi.
Setelah masa kerjanya di NASA Ames, Feynman pindah ke posisi penelitian di High Altitude Observatory; National Center for Atmospheric Research di Boulder, Colorado; National Science Foundation di Washington, DC; dan Boston College di Massachusetts.[19] Pada tahun 1985 Feynman menerima posisi di Laboratorium Propulsi Jet di Pasadena, California,[20] di sana ia tinggal sampai ia pensiun.
Feynman membuat penemuan penting tentang sifat dan penyebab aurora. Dengan menggunakan data yang dikumpulkan oleh wahana antariksa NASA Explorer 33, ia menunjukkan bahwa kemunculan aurora merupakan hasil interaksi antara magnetosfer Bumi dan medan magnet angin matahari.[21][22][23]
Feynman membantu mengembangkan model untuk memperkirakan bahaya lingkungan di lingkungan antariksa setempat. Ejeksi massa koronal berkecepatan tinggi diketahui menyebabkan badai geomagnetik, yang dapat menimbulkan dampak berbahaya bagi wahana antariksa dan manusia di antariksa.[24] Ejeksi massa koronal yang bergerak cepat menyebabkan gelombang kejut dalam angin surya, yang mempercepat partikel surya dan memicu badai geomagnetik saat partikel tersebut tiba di tepi luar magnetosfer Bumi. Sering kali, dimulainya badai tersebut disertai dengan masuknya proton dalam jumlah besar, yang dapat menimbulkan malapetaka pada sistem komunikasi dan aktivitas penerbangan luar angkasa. Model Feynman pada akhirnya membantu para insinyur menentukan fluks partikel berenergi tinggi yang akan memengaruhi wahana antariksa selama masa pakai fungsionalnya. Karyanya dalam bidang ini menghasilkan perkembangan baru yang penting dalam desain pesawat luar angkasa.[25][26]
Kemudian dalam kariernya, Feynman mempelajari perubahan iklim. Ia sangat tertarik pada peristiwa surya sementara dan variasi siklus surya.[27] Ia mempelajari pengaruh matahari pada pola anomali iklim musim dingin yang dikenal sebagai Osilasi Arktik atau North Annular Mode (NAM). Bersama dengan kolega dan suaminya Alexander Ruzmaikin, ia menemukan bahwa selama periode aktivitas matahari yang lebih rendah, indeks NAM secara sistematis lebih rendah. Periode aktivitas matahari yang rendah tersebut bertepatan dengan periode pendinginan untuk beberapa bagian dunia, misalnya, di Eropa selama Zaman Es Kecil.[28] Feynman dan rekan-rekannya juga menemukan hubungan antara variabilitas matahari dan perubahan iklim pada tingkat air purba di Sungai Nil. Selama periode aktivitas matahari tinggi, kondisi di sekitar Sungai Nil ditemukan lebih kering, dan ketika aktivitas matahari rendah, kondisinya lebih basah.[29][30]
Pada tahun 1974, Feynman menjadi wanita pertama yang terpilih sebagai pengurus American Geophysical Union (AGU). Ia mengorganisasi sebuah komite AGU yang bertugas memajukan perlakuan yang adil terhadap wanita dalam komunitas geofisika.[31] Feynman merupakan anggota tetap International Astronomical Union. Ia merupakan anggota sejumlah subdivisi IAU, termasuk Divisi E Matahari dan Heliosfer, Divisi G Bintang dan Fisika Bintang, dan Divisi E Komisi 49 Plasma Interplanet dan Heliosfer.[32]
Feynman pensiun dari Laboratorium Propulsi Jet sebagai ilmuwan senior pada tahun 2003. Namun, ia terus bekerja, dan menerbitkan karyanya pada tahun 2009 tentang pengaruh aktivitas matahari terhadap iklim pada milenium pertama.[33][34][35]
Selama kariernya, Feynman telah menjadi penulis atau rekan penulis lebih dari 100 publikasi ilmiah. Ia juga menyunting tiga buku ilmiah.[36]
Penghargaan dan kehormatan
Feynman dua kali terpilih sebagai sekretaris Bagian Fisika Surya dan Antarplanet dari Persatuan Geofisika Amerika.[37]
Pada tahun 2002, Feynman dinobatkan sebagai salah satu ilmuwan riset senior elit di Laboratorium Propulsi Jet.[38]
Pada tahun 2000, ia dianugerahi Medali Prestasi Luar Biasa dari NASA.[39]
Kehidupan pribadi
Feynman memiliki seorang putri, Susan Hirshberg, dan dua putra, Charles Hirshberg dan Matt Hirshberg, dari pernikahan pertamanya dengan antropolog Richard Irwin Hirshberg (lahir 1924). Feynman bertemu Hirshberg di Oberlin College, dan mereka menikah pada tahun 1948,[40][41] berpisah pada tahun 1974, dan kemudian bercerai.[42] Feynman menikah dengan sesama astrofisikawan Alexander Ruzmaikin dari tahun 1987 hingga kematiannya.[43]
Ia meninggal tanggal 21 Juli 2020 pada usia 93 tahun.[44][45][46]
Pranala luar
- "My Mother, The Scientist" Profile from Popular Science, reprinted by the American Association for the Advancement of Science
Referensi
- ↑ Charles Hirshberg. My Mother, the Scientist. Popular Science. Bonnier Corporation. 2002-04-18.
- ↑ Charles Hirshberg. My Mother, the Scientist. Popular Science. Bonnier Corporation. 2002-04-18.
- ↑ Jim Ottaviani. Feynman. First Second. 2011. ISBN 978-1-59643-259-8.
- ↑ No ordinary genius : the illustrated Richard Feynman. Norton. 1995. ISBN 978-0393313932.
- ↑ Jim Ottaviani. Feynman. First Second. 2011. ISBN 978-1-59643-259-8.
- ↑ Joan Feynman. The Aurora. YouTube. 9 April 2012.
- ↑ Getting to know the Sun – Joan Feynman died on July 22nd (obituary). The Economist. 17 September 2020.
- ↑ Charles Hirshberg. My Mother, the Scientist. Popular Science. Bonnier Corporation. 2002-04-18.
- ↑ Stephen B. Gabriel. Joan Feynman. Physics Today. 2021-02-01. Vol. 74 (2). hlm. 59. doi:10.1063/PT.3.4684.
- ↑ Joan Feynman. Physics Matters at Syracuse University: Volume 2, September 2007; CORRESPONDENCE FROM ALUMNI, Joan Feynman, PhD '58. September 2007.
- ↑ Joan Feynman, Caltech & KITP: Climate Stability and its Effect on Human History. University of California at Santa Barbara.
- ↑ Ford, Anabel. The Maya Forest Garden: Eight Millennia of Sustainable Cultivation of the Tropical Woodlands. Routledge. July 2016. hlm. 229. ISBN 978-1-315-41792-9.
- ↑ Brandon Dyer. Late Alumna Helped Advance Satellite Technology, Understanding of the Sun, Women in Science. SU News. November 19, 2020.
- ↑ Christopher Riley. A Passion For Science: Tales of Discovery and Invention. FindingAda. 2015.
- ↑ No ordinary genius : the illustrated Richard Feynman. Norton. 1995. ISBN 978-0393313932.
- ↑ Joan Feynman Hirshberg. Infrared lattice absorption in crystals of diamond structure. Syracuse University. 1958.
- ↑ Leah Poffenberger. Joan Feynman 1927–2020. American Physical Society. 10 August 2020.
- ↑ Charles Hirshberg. My Mother, the Scientist. Popular Science. Bonnier Corporation. 2002-04-18.
- ↑ Joan Feynman. Physics Matters at Syracuse University: Volume 2, September 2007; CORRESPONDENCE FROM ALUMNI, Joan Feynman, PhD '58. September 2007.
- ↑ Space and Astrophysical Plasmas: People: Joan Feynman. Jet Propulsion Laboratory.
- ↑ Charles Hirshberg. My Mother, the Scientist. Popular Science. Bonnier Corporation. 2002-04-18.
- ↑ Getting to know the Sun – Joan Feynman died on July 22nd (obituary). The Economist. 17 September 2020.
- ↑ Crooker, N. U. On the high correlation between long-term averages of solar wind speed and geomagnetic activity. NASA. 1977-05-01.
- ↑ David Collins. Early Prediction of Geomagnetic Storms (and Other Space Weather Hazards). Journal of Geophysical Research. 2000.
- ↑ Charles Hirshberg. My Mother, the Scientist. Popular Science. Bonnier Corporation. 2002-04-18.
- ↑ David Collins. Early Prediction of Geomagnetic Storms (and Other Space Weather Hazards). Journal of Geophysical Research. 2000.
- ↑ Joan Feynman. Physics Matters at Syracuse University: Volume 2, September 2007; CORRESPONDENCE FROM ALUMNI, Joan Feynman, PhD '58. September 2007.
- ↑ Joan Feynman, Caltech & KITP: Climate Stability and its Effect on Human History. University of California at Santa Barbara.
- ↑ Getting to know the Sun – Joan Feynman died on July 22nd (obituary). The Economist. 17 September 2020.
- ↑ NASA Finds Sun-Climate Connection in Old Nile Records. NASA Jet Propulsion Laboratory. 2007-03-19.
- ↑ Charles Hirshberg. My Mother, the Scientist. Popular Science. Bonnier Corporation. 2002-04-18.
- ↑ Joan Feynman IAU.
- ↑ NASA Finds Sun-Climate Connection in Old Nile Records. NASA Jet Propulsion Laboratory. 2007-03-19.
- ↑ Katharine Q. “Kit” Seelye. Joan Feynman, Who Shined Light on the Aurora Borealis, Dies at 93. The New York Times. 2020-09-10.
- ↑ Alexander Ruzmaikin. Search for Climate Trends in Satellite Data. Advances in Adaptive Data Analysis. 2009. Vol. 1 (4). hlm. 667–679. doi:10.1142/S1793536909000266.
- ↑ Joan Feynman. Physics Matters at Syracuse University: Volume 2, September 2007; CORRESPONDENCE FROM ALUMNI, Joan Feynman, PhD '58. September 2007.
- ↑ Joan Feynman. Physics Matters at Syracuse University: Volume 2, September 2007; CORRESPONDENCE FROM ALUMNI, Joan Feynman, PhD '58. September 2007.
- ↑ Space and Astrophysical Plasmas: People: Joan Feynman. Jet Propulsion Laboratory.
- ↑ My work and career: The NASA Exceptional Scientific Achievement Medal.
- ↑ Charles Hirshberg. My Mother, the Scientist. Popular Science. Bonnier Corporation. 2002-04-18.
- ↑ "Joan Feynman to be June Bride," Brooklyn Daily Eagle, May 2, 1948.
- ↑ Seelye, Katharine Q. Joan Feynman, Who Shined Light on the Aurora Borealis, Dies at 93. NY Times. September 10, 2020.
- ↑ Joan Feynman. Physics Matters at Syracuse University: Volume 2, September 2007; CORRESPONDENCE FROM ALUMNI, Joan Feynman, PhD '58. September 2007.
- ↑ Brandon Dyer. Late Alumna Helped Advance Satellite Technology, Understanding of the Sun, Women in Science. SU News. November 19, 2020.
- ↑ Leah Poffenberger. Joan Feynman 1927–2020. American Physical Society. 10 August 2020.
- ↑ Katharine Q. “Kit” Seelye. Joan Feynman, Who Shined Light on the Aurora Borealis, Dies at 93. The New York Times. 2020-09-10.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29217935 (2026-05-12T05:26:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.