Lompat ke isi

Batu laterit kalimantan

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 9 September 2026 06.37 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Laterit Kalimantan

Batu Laterit Kalimantan adalah tanah yang mengeras menyerupai batu dari hasil pengendapan zat-zat seperti nikel dan besi. Laterit sendiri terbentuk secara alami yang didalamnya banyak terkandung unsur dan zat-zat hara yang membentuk lapisan tanah tersebut mengeras seperti batu. Dahulu kala batu laterit sering dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan bata karena ketika lembap laterit mudah dipotong, tetapi setelah terkena udara dalam waktu yang lama akan mengeras seperti batu.[1]

Komposisi Batu Laterit

Laterit banyak ditemui diwilayah beriklim tropis yang panas dan lembap. akibat dari kandungan oksida besi dan nikel yang begitu banyak sehingga menjadikan tanah laterit mengeras menyerupai batu.[2] Komposisi mineral dan kimia di dalam batu laterit sangat berpengaruh pada batuan induknya, laterit umumnya mengandung sejumlah besar kwarsa dan oksida titanium, zirkon, besi, timah, mangan dan alumunium, yang tertinggal dari dari proses pengausan.[3][4]

Karakteristik Laterit Kalimantan[5]

Laterit Kalimantan memiliki ciri khas:

Namun secara garis besar batu laterit Kalimantan memiliki indeks propertis:

Manfaat Laterit Kalimantan

Batu Laterit Kalimantan setelah melewati hasil uji di Laboratorium Politeknik Negeri Samarinda, mendapatkan hasil di mana berat jenisnya mendekati berat jenis bebatuan untuk agregat kasar beton. Dari hasil tersebut maka batu laterit dapat dimanfaatkan untuk keperluan:

Laterit yang baru di ambil dari penambangan gunung laterit biasanya digunakan oleh masyarakat Kalimantan terutama Kalimantan Timur sebagai lapis perkerasan jalan yang murah dan juga kuat untuk dilewati kendaraan besar sekali pun.


Referensi

  1. Pengertian batuan dan jenis batuan. 2013.
  2. PT INCO. Nickel Laterites. PT INCO. 12 Mei 2005.
  3. Anne Ahira. Tanah laterit kaya akan logam. 2014.
  4. Santho Tandiarrang. Komposisi Kimia Batuan Ultramafik dan Peta Sebaran Laterit. Universitas Hassanudin. 2011. hlm. 1-3.
  5. Muhamad Nahrowi. Studi Kuat Lentur Balok Beton dengan Material Laterit. Politeknik Negeri Samarinda. 2014. hlm. 5-7.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28742034 (2025-12-26T08:56:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.