Lompat ke isi

Rempuhan Karbala

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 9 September 2026 06.40 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Iraq adm location map

Rempuhan Karbala terjadi pada 10 September 2019, 31 orang tewas dan sekitar 100 lainnya terluka dalam rempuhan manusia selama prosesi Asyura di Karbala, Irak. Ada beberapa laporan yang saling bertentangan tentang apa yang menyebabkan penyerbuan, satu mengklaim bahwa sebuah jalan setapak runtuh, menyebabkan kerumunan orang panik.[1] Laporan lain menyatakan bahwa satu orang tersandung dan terperosok di antara para pelari dan yang lain jatuh menimpanya.

Latar Belakang

Asyura adalah hari raya penting dalam kalender Islam Syi'ah, menandai kematian Husain bin Ali (Imam Hussein), cucu nabi Muhammad. Dia terbunuh pada tahun 680 Masehi dalam Pertempuran Karbala yang menjadi peristiwa penting bagi Islam Syiah. Sejak saat itu, sepuluh hari pertama bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Islam, merupakan hari libur nasional di negara-negara Islam Syiah, dengan hari kesepuluh berpuncak pada Asyura.[2]

Hari berkabung Asyura di Karbala adalah target serangan teroris pada tahun 2004, ketika pengeboman serentak di Karbala dan Najaf menewaskan 134 orang.[3] Sebuah rempuhan pada tahun 2005 terjadi di Baghdad selama acara serupa, yang disebabkan oleh kabar bahwa acara tersebut mungkin menjadi sasaran pengeboman teroris.[4] Belakangan, beberapa serangan terhadap prosesi Ashura telah dilakukan oleh ekstremis Sunni.[5]


Pihak berwenang datang untuk menenangkan kerumunan dan menilai kerusakan. Setidaknya 31 orang tewas dalam kekacauan tersebut, dengan setidaknya 100 orang terluka dan dikirim ke rumah sakit setempat. Setidaknya 10 dari mereka yang terluka berada dalam kondisi kritis.[6]

Reaksi

Pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab peristiwa tersebut. Presiden Irak Barham Salih dan Perdana Menteri Adil Abdul-Mahdi menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut, begitu juga dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Irak, Matthew H. Tueller. Kantor Luar Negeri Irak merilis pernyataan yang mengatakan bahwa tidak ada orang Pakistan di antara korban tewas.

Pranala luar

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27849819 (2025-09-18T11:22:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.