Lompat ke isi

Gajah jawa

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 10 September 2026 07.11 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Gajah jawa (Elephas maximus sondaicus) diusulkan oleh Paules Edward Pieris Deraniyagala pada tahun 1953, berdasarkan ilustrasi ukiran pada sebuah monumen bersejarah di Jawa. Dia mengira gajah Asia (Elephas maximus) memang pernah ada di pulau itu dan telah punah. Mungkin dianggap identik dengan gajah sumatera (E. maximus sumatranus).

Fosil gajah Asia telah ditemukan pada endapan Pleistosen di Jawa. Pertanyaan tentang kapan gajah punah di Jawa tidak terjawab. Kronik Cina dari periode tersebut mencatat bahwa raja-raja Jawa menunggangi gajah, dan bahwa Jawa mengekspor gading ke Cina. Karena gajah, setidaknya kadang-kadang diangkut dengan kapal, ada kemungkinan bahwa gajah di Jawa didatangkan dari India.[3]

Lihat pula

Catatan kaki

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28945246 (2026-02-09T07:48:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.